kievskiy.org

Sekda Cimahi Tinjau Langsung Rumah di Gang Sempit Dihuni Belasan KK, Siapkan Langkah Intervensi

Sekda Kota Cimahi Dikdik S. Nugrahawan turun mengecek kondisi rumah yang terdata dihuni 18 KK atau setara 46 jiwa di Kampung Cisurupan, Selasa, 9 Juli 2024.
Sekda Kota Cimahi Dikdik S. Nugrahawan turun mengecek kondisi rumah yang terdata dihuni 18 KK atau setara 46 jiwa di Kampung Cisurupan, Selasa, 9 Juli 2024. /Pikiran Rakyat/Ririn Nur Febriani

PIKIRAN RAKYAT - Sekda Kota Cimahi Dikdik S. Nugrahawan turun langsung mengecek kondisi rumah yang terdata dihuni 18 KK atau setara 46 jiwa di Kampung Cisurupan, Jalan Encep Kartawiria RT 2 RW 7, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Selasa, 9 Juli 2024. Sejumlah langkah intervensi program disiapkan pemerintah untuk mengatasi permasalahan keluarga tersebut.

Bersama sejumlah jajaran dinas terkait Pemkot Cimahi, Dikdik mengetuk pintu rumah sederhana berlantai 2 tersebut. Namun, pemilik rumah maupun para penghuni tidak ada di tempat.

"Kedatangan kami merespons pemberitaan di media massa, di mana ditemukan satu rumah dengan alamat berisi puluhan jiwa. Sebagaimana yang disaksikan, kondisi tersebut memang betul. Hal ini akan kami tindaklanjuti dan menjadi bahan laporan ke Pak Pj Wali Kota Cimahi," ujarnya.

Rumah tersebut diketahui milik Sri Aminah. Untuk mengaksesnya, harus melintasi gang sempit yang lebarnya hanya cukup untuk pejalan kaki. Jika terdapat kendaraan sepeda motor yang melintas, maka harus bergantian.

Ukuran rumah cukup kecil berkisar 70 meter persegi, terdiri dari 2 lantai dengan kondisi bangunan seadanya. Di dalam area rumah sendiri sudah dibuat sekat-sekat pemisah antarkeluarga.

Sekda Kota Cimahi Dikdik S. Nugrahawan turun mengecek kondisi rumah yang terdata dihuni 18 KK atau setara 46 jiwa di Kampung Cisurupan, Selasa, 9 Juli 2024.
Sekda Kota Cimahi Dikdik S. Nugrahawan turun mengecek kondisi rumah yang terdata dihuni 18 KK atau setara 46 jiwa di Kampung Cisurupan, Selasa, 9 Juli 2024.

Berdasarkan pendataan terbaru, di rumah tersebut tersisa 34 jiwa terbagi dalam 14 KK. "Ada sebagian KK yang sudah pindah, tersisa 34 jiwa. Dalam pendataan penduduk tentu berbicara sesuai realita, kalau dalam satu alamat ada sekian belas KK ya tidak wajar," ucapnya.

Dia menilai, anggota keluarga yang sudah menikah atau mandiri dan pindah rumah sebaiknya tidak menggunakan alamat lama. "Ketika sudah mandiri tidak pakai alamat lama sehingga menimbulkan ketidakwajaran. Kami beri pemahaman agar secara kesadaran sendiri melakukan penyesuaian perubahan alamat. Kalau pindah sesuaikan dengan domisili baru," tuturnya menambahkan.

Terkait rumah yang dihuni puluhan orang tersebut, Dikdik menilai kondisinya kurang layak.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat