kievskiy.org

Pencarian Pekerja Migran Indonesia Asal Cipatat yang Setahun Hilang di Arab Saudi Belum Selesai

Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia (PMI).  Kementerian Luar Negeri terus mencari keberadaan PMI asal Cipatat, Bandung Barat yang hilang di Arab Saudi.
Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kementerian Luar Negeri terus mencari keberadaan PMI asal Cipatat, Bandung Barat yang hilang di Arab Saudi. /Antara/Teguh Prihatna

PIKIRAN RAKYAT - Pencarian terhadap Atikah (49), pekerja migran Indonesia asal Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, yang hilang kontak di Arab Saudi, terus berlanjut. Keluarga Atikah melakukan berbagai upaya untuk menemukan petunjuk keberadaannya.

Dery Ramandika (29), putra Atikah, menjelaskan bahwa dirinya telah melaporkan hilangnya sang ibu kepada Gerhana Pro, sebuah lembaga advokasi, konsultasi serta pendampingan dan perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia (PMI), pada Jumat, 5 Juli 2024. Ia memberikan surat kuasa serta data-data terkait dengan keberadaan ibunya di Arab Saudi. Selain itu, Dery juga mendatangi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk melaporkan kasus tersebut dan menyerahkan data-data yang sama.

"Saya membuat surat pernyataan, tanda tangan di atas materai," kata Dery saat dihubungi Tim Pikiran Rakyat pada Selasa, 9 Juli 2024. Ia menilai, jalur yang ditempuh Disnaker terbilang normatif karena laporan kasus tersebut dari Disnaker KBB berlanjut ke Disnaker Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Tenaga Kerja yang akhirnya berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri.

"Jadi prosesnya panjang," ujar Dery. Ia menambahkan, perwakilan keluarga juga akan mendatangi orang yang menyalurkan Atikah ke luar negeri di Lapas Cianjur untuk mencari tahu identitas perusahaannya. Informasi ini diperlukan untuk melengkapi laporan ke Disnaker. Sementara itu, penyalur Atikah sudah mendekam di Lapas karena terlibat kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dery berharap laporannya dapat segera diproses oleh Disnaker agar keberadaan ibunya diketahui. Tim Pikiran Rakyat juga menghubungi Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia, Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, melalui pesan WhatsApp pada Selasa sore. "KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah telah menindaklanjuti laporan mengenai WNI yang hilang kontak di Saudi atas nama Atikah," kata Judha dalam pesan tersebut.

Koordinasi dan komunikasi, lanjutnya, telah dilakukan dengan berbagai pihak di Saudi, namun hingga kini belum ditemukan informasi mengenai keberadaan Atikah. "Pendalaman terus dilakukan untuk mencari berbagai petunjuk yang dapat membantu penelusuran keberadaan Bu Atikah," ucapnya.

Setahun Menghilang Tanpa Kabar

Atikah hilang kontak dengan keluarganya selama lebih dari setahun. Perempuan yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Arab Saudi tersebut diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang. Atikah berangkat bekerja ke luar negeri pada Mei 2023. Kontak terakhir dengan keluarga terjadi pada 15 Maret 2023 saat Atikah mengirim pesan WhatsApp kepada adik Dery, Alya (17), untuk mentransfer uang kepada keluarganya, namun kiriman uang tersebut tidak pernah sampai.

Sekitar sebulan setelah itu, Dery mulai mencari keberadaan ibunya yang hilang kontak dengan menghubungi pamannya yang juga bekerja sebagai pekerja migran di Arab Saudi. Namun, pamannya bekerja di tempat yang berbeda dengan Atikah. Dari pamannya, Dery memperoleh informasi mengenai penyalur Atikah ke luar negeri yang bernama Riki Rinata di Samolo, Cianjur. Sayangnya, Riki tersangkut kasus TPPO.***

 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat