kievskiy.org

PSSI Putuskan Liga 1 2024-2025 Masih Terapkan Aturan Tanpa Suporter Tandang, Erick Thohir Ungkap Alasannya

Sejumlah suporter terlibat kericuhan saat pertandingan Liga 1 Persik Kediri melawan Arema FC di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu 15 Juli 2023. Pertandingan Liga 1 di kandang Persik Kediri yang dilarang dihadiri oleh suporter Arema FC tersebut diwarnai kericuhan antarsuporter.
Sejumlah suporter terlibat kericuhan saat pertandingan Liga 1 Persik Kediri melawan Arema FC di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu 15 Juli 2023. Pertandingan Liga 1 di kandang Persik Kediri yang dilarang dihadiri oleh suporter Arema FC tersebut diwarnai kericuhan antarsuporter. /Antara/Prasetia Fauzani.

PIKIRAN RAKYAT – Liga 1 2024-2025 yang rencananya berlangsung mulai 9 Agustus mendatang masih menerapkan aturan yang hampir tak banyak berubah. Salah satunya, masih memberlakukan aturan larangan kehadiran suporter tandang.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkap alasan mengapa aturan tersebut masih berlaku pada kompetisi Liga musim depan karena berkaitan dengan FIFA. Ia menjelaskan bahwa sepak bola Indonesia masih diawasi oleh federasi sepak bola dunia tersebut menyusul beberapa kasus yang terjadi seputar pertandingan sepak bola di Tanah Air.

“Untuk yang suporter tandang, itu dari surat FIFA jelas. Transformasi yang ada di PSSI ini kan masih dalam peninjauan. Kemarin baru saja FIFA mengirim tim untuk mengecek beberapa fasilitas apakah sesuai dengan standar FIFA,” kata Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 20 Juni 2024.

Menurut Erick, pada kompetisi musim lalu, ia mendapat laporan masih adanya isu-isu kekerasan dalam sepak bola. “Bahkan ada pimpinan polisi terluka. Belum kemarin ada masyarakat yang mobilnya plat apa, di dalamnya ada anak kecil, kacanya pecah,” ucapnya.

Meski belum mendapat surat peringatan langsung dari FIFA, Erick menegaskan bahwa induk federasi sepak bola dunia itu bisa saja mengait-ngaitkan masalah terkini dengan kerusuhan-kerusuhan yang dulu pernah terjadi di Indonesia.

“Nah jadi kalau saya lebih baik kita introspeksi diri. Liga di tahun depan bukan musim ini akan menerapkan semua sistem daripada ticketing yang sudah melakukan data yang tepat. Jadi sudah tidak hanya jual beli tiket biasa,” tutur Erick.

Erick menyarankan kepada pengelola klub untuk mulai menerapkan aturan tiket online dan menggunakan basis data suporter. Upaya tersebut diakuinya sudah diterapkan pada pertandingan-pertandingan timnas Indonesia.

Ia lantas meminta publik sepak bola untuk menunggu peninjauan FIFA. Ia memastikan PSSI mendukung suporter untuk bisa hadir pada laga tandang, dengan syarat tak melakukan hal-hal tidak diinginkan.

“Saya pasti mendukung suporter untuk bisa hadir. Tetapi kalau melihat dari kejadian-kejadian yang masih terjadi selama musim kemarin, saya rasa kita juga mesti introspeksi diri, kita belum baik-baik saja. Masih banyak kendala, yang tentu terjadi kericuhan di sana-sini yang kita harapkan,” kata Erick Thohir.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat