kievskiy.org

Proses Seleksi Timnas KU Ketat, Dipastikan Pemilihan Pemain Tidak ada Titipan

Manajer Timnas U-16 dan U-19, Ahmad Zaki Iskandar menjelaskan perihal perkembangan Timnas KU mulai dari proses seleksi hingga bagaimana mereka menjaga pemain muda Indonesia tersebut, pada acara diskusi di Jakarta, Rabu, 10 Juli 2024.
Manajer Timnas U-16 dan U-19, Ahmad Zaki Iskandar menjelaskan perihal perkembangan Timnas KU mulai dari proses seleksi hingga bagaimana mereka menjaga pemain muda Indonesia tersebut, pada acara diskusi di Jakarta, Rabu, 10 Juli 2024. /Wina Setyawatie Wina Setyawatie

PIKIRAN RAKYAT - Pemilihan pemain Timnas U-16 dan U-19 dipastikan tidak ada titipan. Manajer tim nasional U-17 dan U-20 Ahmad Zaki Iskandar menegaskan bahwa proses seleksi yang dilakukan di Timnas sangat ketat sehingga tidak ada celah untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Dia mengatakan bahwa pemilihan para pemain mulai dari pemanggilan seleksi hingga keputusan akhir, murni datang dari tim teknis kepelatihan dari masing-masing Timnas Kelompok Usia tersebut. Hal tersebut menjawab adanya tudingan masyarakat sepakbola tentang kembalinya pemain titipan di Timnas KU. Meski diakuinya, tantangan pemain muda sendiri adalah bagaimana pihaknya memperluas spektruk seleksi.

"Tapi harus diakui jika berbicara U16 sulit untuk melihat barometer seleksi, makanya tidak seluruh Indonesia talent scouting bisa melihat kemampuan para pemain-pemain muda di daerah. Sehingga pemantauan pemain hanya bertumpu pada mereka yang ikut kejuaraan-kejuaraan. Namun, kegiatan seleksi dibuka seluas-seluasnya bagi seluruh potensi pemain muda baik yang di Indonesia maupun diaspora," tukasnya pada saat diskusi Menatap Masa Depan Timnas di Jakarta, kemarin.

Zaki mengatakan bahwa PSSI menjaga integritasnya dalam pemilihan pemain di semua kelompok usia timnas Indonesia. Apa lagi standar pemilihan pemain yang dirancang oleh Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sangat tinggi.

"Kami memiliki parameter yang sudah dirancang dan ditetapkan Shin Tae-yong untuk melakukan berbagai macam proses filtrasi kepada para pemain yang ikut seleksi. Sehingga yang terpilih masuk di skuat utama adalah yang benar-benar memiliki skill dan memiliki pemahaman taktik yang baik, tapi terutama pemain itu masuk dalam skema permainan pelatih," tambahnya.

Bukan berarti yang gagal masuk tidak akan dipanggil lagi. Semua tetap memiliki peluang yang sama dengan catatan bisa memperbaiki kekurangan di seleksi berikutnya.

"Kesulitan pemain muda itu, selain emosi juga masih minim skill dasar. Itu yang harus ditambah, selain juga stamina, dan yang terbaru adalah mental sebagai godaan baru. Ini melihat dari evaluasi di U19-U20, di mana terjadi perubahan signifikan gangguan," ucap Zaki.

"Bukan hanya dari kesehatan dan fisik, tetapi juga dari mental, terutama media sosial, serta tuntutan dari masyarakat. Kalau tidak kuat mental, diangkat-angkat namanya, ketika jatuh maka bisa gagal dengan kata lain dapat "layu sebelum terkembang". Itu yang kita hindari," tukasnya kemudian.***

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat