kievskiy.org

Jenis dan Contoh Hak Kekayaan Intelektual, Dua Kategori Dilindungi Undang-undang

Ilustrasi Hak Kekayaan Intelektual.
Ilustrasi Hak Kekayaan Intelektual. /Pixabay/Elf-Moondance

PIKIRAN RAKYAT - Hak kekayaan intelektual (HKI) sederhananya merupakan hak-hak terkait hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau suatu kelompok yang dilindungi secara hukum.

Hal ini berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial dan juga tindakan jasa di bidang komersial. Terdapat sejumlah dasar hukum hak atas kekayaan intelektual yang tertuang dalam berbagai undang-undang, di antaranya:

  • UU No.7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing the World Trade Organization
  • UU No.10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan
  • UU No.12 Tahun 1997 tentang Hak Cipta
  • UU No.14 Tahun 1997 tentang Merek
  • UU No.13 Tahun 1997 tentang Hak Paten

Penting mengetahui mana saja jenis dan contoh HKI yang punya perlindungan di mata hukum. Sebagaimana penjelasan laman resmi Kemendag RI, HKI dibagi ke dalam dua kategori, berikut penjelasan selengkapnya:

1. Hak Cipta

Hak Cipta ialah memberikan hak eksklusif kepada pencipta atau pemegang hak untuk mengumumkan atau memperbanyak karya mereka, serta memberikan izin atasnya, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

2. Hak Kekayaan Industri

Termasuk ke dalam hak kekayaan industri, yaitu berbagai hak meliputi paten, merek, desain industri, indikasi geografis, desain tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang, hingga varietas tanaman.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut terkait Hak Kekayaan Industri:

  • Paten: Hak eksklusif atas invensi di bidang teknologi selama waktu tertentu, contohnya teknologi touch screen atau sistem mesin pembakaran 4 langkah pada motor merek Honda.
  • Merek: Tanda grafis seperti gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 {tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa. Contohnya BMW, Honda, dan iPhone.
  • Desain Industri: Kreasi yang memberikan kesan estetis dalam bentuk tiga dimensi atau dua dimensi, yang dapat diaplikasikan untuk menghasilkan produk. Contohnya, barang industri atau kerajinan tangan.
  • Hak Cipta: Perlindungan paling luas, yaitu mulai dari karya seni, sastra, dan ilmu pengetahuan, termasuk program komputer. Contohnya hak cipta pada lagu atau suatu film.
  • Indikasi Geografis: Tanda hak yang menunjukkan asal geografis barang atau produk tertentu, memberikan reputasi atau karakteristik yang khas di tempat asalnya. Misal, kopi arabika Gayo, madu Sumbawa, ubi cilembu Sumedang, dan tape/peuyeum Bandung.
  • Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu: Rancangan peletakan tiga dimensi dari elemen-elemen dalam sirkuit terpadu. Misalnya, pada oscilator dalam radio. Dengan peletakan komponen pada sirkuit terpadu secara benar, maka bisa menghasilkan sebuah fungsi. Hal tersebut kemudian perlu perlindungan hukum yang kuat.
  • Rahasia Dagang: Informasi bernilai ekonomi yang dijaga kerahasiaannya, tidak diketahui umum, dan berguna dalam kegiatan usaha.
  • Varietas Tanaman: Hak bagi pemulia dan/atau pemegang hak PVT untuk menggunakan sendiri varietas hasil pemuliaannya atau memberi persetujuan kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakannya selama waktu tertentu. Hal ini tertulis dalam Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman.

Demikian poin-poin inti yang merupakan bentuk-bentuk hak pelindung berbagai aspek dari kekayaan intelektual di Indonesia. ***

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat