kievskiy.org

Penjualan Rumah Tetap Diminati Milenial meski Hunian Vertikal Makin Dikenal

Ilustrasi Properti - pembelian rumah tapak masih banyak diminati oleh milenial meski hunian vertikal semakin dikenal.
Ilustrasi Properti - pembelian rumah tapak masih banyak diminati oleh milenial meski hunian vertikal semakin dikenal. /Tommi Andryandy/Pikiran Rakyat

PIKIRAN RAKYAT – Penjualan rumah tapak rupanya masih superior meski fenomena tinggal di hunian vertikal mulai menjadi pilihan bagi keluarga baru. Alasannya karena rumah tapak dinilai lebih mampu memenuhi kebutuhan dan juga adanya jaminan kepemilikan atas tanah dibandingkan hunian vertical seperti apartemen.

Presiden Komisaris Lippo Cikarang, Didik Junaedi Rachbini mengatakan penjualan rumah tapak mengalahkan produk lainnya seperti ruko komersial maupun penjualan tanah pada area komersial. Penjualan rumah tapak menembus hingga 82 persen dalam data terbaru.

“Permintaan untuk rumah tapak sendiri cenderung sangat kuat dengan kontribusi mencapai 82 persen dari total penjualan kami secara umum. Ini menjadi persentase yang kuat dibanding lainnya,” ucap dia usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Lippo Cikarang.

Di luar itu, terdapat juga penjualan properti lainnya seperti ruko maupun lahan komersil. “Untuk penjualan ruko komersial dan tanah penjualan komersial jika digabung kontribusinya 15 persen,” ucap dia.

Rumah Tapak Masih Diminati Milenial

Salah satu peminat tertinggi penjualan rumah tapak yakni kaum milenial. Meski beberapa mulai memilih tinggal hunian vertikal, namun minat pada rumah tapak masih mendominasi.

Hanya saja, kata Didik, perlu ada sentuhan berbeda pada rumah tapak yang ditawarkan, di antaranya konsep. Salah satu konsep yang paling dilirik yakni perkotaan baru atau kosmopolis. Kondisi ini menawarkan hunian layaknya perkotaan yang dibangun di dalam kompleks perumahan itu sendiri.

Meski begitu, keberadaan konsep perkotaan baru ini harus tetap terjangkau secara harga bagi anak muda.

“Secara bisnis, kami sendiri tengah fokus pada pengenalan konsep perkotaan baru yang diberi nama Lippo Cikarang Cosmopolis. Konsep menitikberatkan pada penjualan rumah tapak terjangkau bagi kaum anak muda,” ucap dia.

Sejauh ini, lanjut Didik, pihaknya telah berhasil mencatatkan pra-penjualan hingga sebesar Rp 325 miliar selama kuartal pertama 2024 pada keseluruhan bisnis properti. Jumlah ini mencapai sedikitnya 23 persen dari target 2024 sebesar Rp1,43 triliun. “Ini menjadi langkah positif yang terus tumbuh,” ucap dia.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat