kievskiy.org

Manfaat dan Risiko Investasi yang Harus Diketahui Pemula, Hindari Kerugian Fatal!

Ilustrasi investasi merugi. Kenali manfaat dan risiko investasi.
Ilustrasi investasi merugi. Kenali manfaat dan risiko investasi. /Freepik/tonodiaz

PIKIRAN RAKYAT - Bagi pemula, dunia investasi akan penuh dengan teka-teki. Salah satu Langkah saja, bisa mengakibatkan kerugian yang tak mustahil dalam jumlah besar.

Maka penting untuk memahami berbagai jenis manfaat dan risiko terkait dengan investasi. Berikut adalah sejumlah hal yang perlu diketahui:

Manfaat Investasi

1. Peningkatan Nilai Modal: Investasi dapat meningkatkan nilai modal kita dari waktu ke waktu. Ini dapat terjadi melalui apresiasi nilai aset seperti saham atau properti.

2. Pendapatan Pasif: Beberapa investasi dapat menghasilkan pendapatan pasif, seperti dividen dari saham atau penghasilan sewa dari properti.

3. Diversifikasi Portofolio: Dengan berinvestasi, kita dapat mengalokasikan dana ke berbagai aset atau instrumen keuangan, sehingga mengurangi risiko melalui diversifikasi.

Diversifikasi artinya penganekaan usaha untuk menghindari ketergantungan pada ketunggalan kegiatan, produk, jasa, atau investasi. Dengan kata lain, diversifikasi adalah kegiatan mengalihkan atau menyebarkan investasi, usaha, atau aktivitas ke berbagai jenis aset atau kegiatan yang berbeda.

4. Melindungi Nilai Uang: Investasi dapat membantu melindungi nilai uang Anda dari inflasi dengan menginvestasikan dalam aset yang cenderung mengimbangi atau melampaui laju inflasi.

5. Membangun Kebiasaan Menabung dan Investasi: Proses investasi dapat membantu kita mengembangkan kebiasaan menabung secara teratur, yang merupakan bagian penting dari manajemen keuangan sehat.

Risiko Investasi

  • Risiko Pasar: Nilai investasi kita bisa naik atau turun tergantung pada kondisi pasar. Misalnya, fluktuasi harga saham atau obligasi dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan politik.
  • Risiko Inflasi: Jika investasi kita tidak mengimbangi laju inflasi, maka nilai uang seiring waktu bisa berkurang dalam hal daya beli.
  • Risiko Likuiditas: Beberapa investasi mungkin sulit untuk dijual atau dikonversi menjadi uang tunai dengan cepat tanpa mengalami penurunan nilai.
  • Risiko Spesifik Instrumen Keuangan: Setiap jenis investasi memiliki risiko khusus yang terkait dengannya. Misalnya, saham individual bisa mengalami fluktuasi harga yang signifikan, sementara obligasi kemungkinan memiliki risiko gagal bayar.
  • Risiko Kredit: Ada risiko bahwa pihak yang kita pinjamkan uang kemungkinan gagal memenuhi kewajibannya (misalnya, pada obligasi korporasi atau surat utang). ***

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat