kievskiy.org

Zulhas: Harga Kaos Impor Rp50.000 'Tak Masuk Akal', Bea Masuknya Saja Rp60.000

Ilustrasi kaos.
Ilustrasi kaos. /Pexels/Francesco Paggiaro

PIKIRAN RAKYAT - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menekankan, harga kaos impor yang terlalu murah merupakan hal yang 'tak masuk akal'. Sebab, harga bea masuknya saja di atas Rp50.000.

Jika ada kaos impor yang dijual dengan harga Rp50.000 per pieces (lembar) di pasaran, dia menduga barang tersebut masuk dengan cara yang tidak memenuhi ketentuan alias ilegal.

"Misalnya kaos, itu kalau masuk ke sini (Indonesia), itu dikenakan (bea masuk) Rp60.000, jadi kalau ada kaos impor harganya Rp50.000, nggak mungkin, berarti itu nggak betul cara masuknya," kata Zulkifli Hasan saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Senin 8 Juli 2024.

Dia menyampaikan bahwa apabila ada kaos impor yang dijual dengan harga yang lebih murah dari bea masuk sebesar Rp60.000 per pieces, maka barang tersebut masuk tidak sesuai ketentuan.

"Pokoknya itu (masuknya) nggak betul, karena kalau kaos masuk ke sini (Indonesia), satu pieces dikenakan tarif Rp60.000. Ini kok dijual Rp50.000. Itu satu contoh," ujar Zulkifli Hasan.

Satgas Berantas Barang Ilegal

Oleh karena itu, pihaknya bersama asosiasi Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) membentuk satuan tugas (satgas) guna mengatasi barang impor ilegal. Dia mengatakan, pembentukan satgas sebagai tindak lanjut pertemuan dengan sejumlah asosiasi seperti Hippindo yang rata-rata mengeluhkan banyaknya barang-barang ilegal.

"Oleh karena itu, tadi kesimpulan kita sementara, nanti akan dimatangkan lagi, kita akan bikin satgas bersama asosiasi, sama lembaga perlindungan konsumen, bersama Kemendag," tutur Zulkifli Hasan.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengatakan bahwa pembentukan satgas nantinya untuk mengecek pemasaran barang-barang impor ilegal di pasaran. Dia juga mengatakan bahwa pembentukan Satgas akan melibatkan lembaga perlindungan konsumen, sejumlah asosiasi hingga penegakan hukum.

"Kita akan lihat nanti ke pasar, survei, lihat, apa yang terjadi. Betul nggak ini ada yang ilegal," ucap Zulkifli Hasan.

Terkini Lainnya

  • Satgas Berantas Barang Ilegal

  • Tags

  • Zulkifli Hasan

  • kaos

  • bea masuk

  • Artikel Pilihan

  • Terkini

  • Pinjaman 5 Menit Langsung Cair, Lengkap dengan 7 Trik Antigagal

  • Penipuan DANA Lewat WA, Kenali Modus dan Ciri-Cirinya

  • Apakah Dana Kaget Phising? Ketahui Penjelasannya Agar Tak Merugi

  • Apakah Dana Kaget Penipuan? Waspada Modusnya dan Jangan Sampai Terjebak

  • Utang Indonesia Capai Rp6.598,26 Triliun, Naik Lagi Setelah Sempat Turun

  • Polling Pikiran Rakyat

  • Terpopuler

  • Kenapa Pulau Jawa Terasa Lebih Dingin Akhir-Akhir Ini? Berikut Penjelasan BMKG

  • Alasan Kimberly Ryder Gugat Cerai Edward Akbar, Ada Orang Ketiga atau karena Masalah Ekonomi?

  • 214 Calon Santri Diterima di Pondok Pesantren Pagelaran 3 Subang, Generasi Baru Harapan Bangsa

  • Titik Lokasi Razia Operasi Patuh Lodaya 2024 di Bandung, Dimana Saja?

  • Cara Beli Tiket Persib Bandung vs PSM Makassar, Laga Pembuka Piala Presiden 2024 di Si Jalak Harupat

  • Apa Itu Aphelion? Dituding Jadi Sebab Bumi Makin Dingin, Begini Faktanya

  • Shin Tae-yong Sakit Apa? Pelatih Timnas Indonesia Ungkap Kondisi Terkini Usai Jalani Operasi 6 Jam

  • Jawa Barat Diselimuti Suhu Dingin hingga 16,2 Derajat Celcius, Apa Penyebabnya?

  • Ini Nyanyian Rasis Enzo Fernandez dan Skuad Timnas Argentina yang Hina Kylian Mbappe

  • 15 Contoh Surat Cinta untuk Kakak Kelas di MPLS, Dijamin Unik dan Bikin Klepek-klepek

  • Berita Pilgub

  • Dukungan PKS Semakin Memperkuat Posisi Eri Cahyadi-Armuji di Pilwali Surabaya 2024

  • Drama Pilgub Jatim 2024: PKB Pertimbangkan Koalisi Dengan PDIP, Siapa yang Diusung?

  • PKB Ungkap Nama-nama Cagub Jatim: Kyai Marzuki dan Gus Halim di Barisan Depan!

  • PKB Siapkan Poros Tandingan untuk Hadang Khofifah-Emil di Pilgub Jatim, Bakal Gandeng PDIP?

  • Partai Perindo Resmi Usung Sitti Rohmi Djalillah dan Musyafirin di Pilkada NTB 2024

  • Pikiran Rakyat Media Network

  • Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
    Sertifikat Nomor 999/DP-Verifikasi/K/V/2022

Tautan Sahabat