kievskiy.org

Kisah Voice of Baceprot, Tak Mau Menyerah karena Ketakutan

Grup band asal Garut, Voice of Baceprot (VoB).
Grup band asal Garut, Voice of Baceprot (VoB). /Instagram/@voiceofbaceprot

PIKIRAN RAKYAT - Grup band metal asal Garut, Jawa Barat, Voice of Baceprot (VoB), menjadi pusat perhatian lantaran personelnya merupakan tiga remaja perempuan.

Tak hanya itu, bahkan belum lama ini Voice of Baceprot berhasil menjalani tur Eropa hingga mendapat apresiasi dari pelbagai pihak, salah satunya Menparekraf Sandiaga Uno.

Kendati telah mencapai keberhasilan dan membawa harum nama Indonesia di Benua Biru, perjalanan Voice of Baceprot tidak mudah.

Pasalnya, vokalis Bob Marsya mengatakan, semula kehadiran Voice of Baceprot mendapat kritikan. Mereka diminta untuk berhenti bermusik lantaran musik yang dibawakan dinilai tak cocok dengan tiga remaja asal Garut tersebut.

Baca Juga: Zaman Segala Mahal Sudah Tiba, Beban Berat Kaum Murba

Baca Juga: Kutukan Generasi Ketiga, Mitos Soal Cucu yang Meruntuhkan Bisnis Keluarga

"Jadi orang-orang menyarankan untuk berhenti bermusik atau tetap bermusik tapi lepas hijab," kata Marsya menerangkan, Senin 7 Maret 2022.

Selain itu, Marsya menuturkan, ada pula yang menyarankan agar seluruh personel VoB fokus di rumah. "Hal-hal semacam itu sudah jadi makanan sehari-hari kita," ujarnya menegaskan.

Dia menuturkan, berdasarkan penilaian keluarganya, menjadi pemusik tak dapat menjamin masa depan. Bahkan menurutnya, VoB disangka menyebar pengaruh buruk.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat