kievskiy.org

Strategi Hadapi Anak Tantrum, Catat Lima Cara Berikut

Ilustrasi tantrum.
Ilustrasi tantrum. /Pixabay/geralt

PIKIRAN RAKYAT - Menjerit, menangis, memukul merupakan tanda-tanda amukan seringkali cukup sulit untuk diatasi.

Tantrum menjadi tantangan yang dihadapi bagi orangtua, namun hal itu merupakan bagian normal dari perilaku balita.

Tantrum biasanya dimulai sekira usia 18 bulan dan mencapai puncaknya selama periode usia dua tahun. Ini merupakan periode dalam perkembangan anak ketika anak-anak kecil mulai menegaskan kemandiriannya.

Juga ketika anak belum belajar mengelola emosi yang kuat dan belum dapat mengomunikasikan perasaan mereka dengan jelas. Kombinasi sempura ini sebagai badai amukan emosi anak.

Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Bikin Lelah Mental, Salah Satunya Sering Berkata 'Iya'

Merasa lelah, lapar, atau sakit dapat membuat tantrum lebih buruk atau lebih sering.

Dalam kebanyakan kasus, tantrum akan lebih jarang terjadi, biasanya jauh lebih jarang pada usia 4 tahun.

Meskipun setiap anak berbeda, ada beberapa strategi yang dapat dicoba dan dapat membantu menenangkan anak ketika mereka sedang mengamuk atau membuat amukan lebih jarang.

Di balik tantrum seorang anak, berikut strategi menghadapi amukan anak sebagaimana dikutip dari Healthline.

Baca Juga: Lirik Lagu Cuma Rindu - Nenden Shintawati, Jeritan Hati Atalia Praratya untuk Emmeril Kahn Mumtadz

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat