kievskiy.org

4 Cara Hadapi Korban KDRT sebagai Teman, Keluarga, dan Tetangga, Jangan Menyalahkan

Ilustrasi KDRT, simak cara hadapi korban KDRT selengkapnya.
Ilustrasi KDRT, simak cara hadapi korban KDRT selengkapnya. /Pixabay/Gerd Altmann Pixabay/Gerd Altmann

PIKIRAN RAKYAT – Simak 4 cara hadapi korban KDRT atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ternyata ada hal-hal yang mesti diperhatikan oleh kita sebagai orang yang ditemui seseorang diduga korban tersebut.

Masalah kekerasan dalam rumah tangga perlu ditangani dengan ekstra hati-hati. Di samping ada banyak jenis KDRT yang bisa saja muncul, penanganannya pun belum tentu sama untuk setiap peristiwa.

Informasi cara hadapi korban KDRT berikut diungkap Karen Schucan Bird, Asisten Profesor Sosial Ilmu Sosial dan Politik di University College London, Inggris. Menurutnya, satu dari tiga perempuan di dunia mengalaminya meski masih banyak yang tidak tahu cara menanggapinya saat dihadapkan pada sosok diduga korban dalam kasus tersebut.

"Selama masa pandemi Covid-19, KDRT semakin marak terjadi sementara layanan perawatan dan perlindungan lebih sulit diakses. Ini berarti para korban hanya bersandar pada dukungan dari teman, keluarga, kolega, dan tetangga," ujarnya, dilansir dari laman The Conversation.

Baca Juga: 7 Hal yang Tak Boleh Dilakukan ke Korban KDRT, Belajar dari Kasus Korban jadi Tersangka di Depok

"Seperti temuan kami, memberikan literasi pada jaringan sosial dan keluarga untuk dapat memberikan bantuan pada korban ini akan sangat bermanfaat–dan dapat menyelamatkan jiwa–sebagai tambahan dari dukungan yang diberikan oleh para profesional," tuturnya lagi.

4 cara hadapi korban KDRT

Berikut selengkapnya:

  1. Kenali tanda-tandanya

    Jika Anda didatangi terduga korban KDRT, segera kenali tanda dan faktor risiko kekerasan, jenis kasusnya, apakah ada kontrol paksaan, kekerasan ekonomi, dan sebagainya. Pastikan Anda melakukan tindakan yang tepat.

    "Jika kamu berencana untuk menghubungi orang dekatmu, badan amal KDRT, SafeLives, menyarankan bahwa hal pertama yang perlu kamu pertimbangkan adalah keselamatan, baik keselamatan korban maupun keselamatanmu sendiri. Kamu harus mencari cara-cara yang aman untuk menghubungi mereka atau tempat untuk bertemu sebelum kamu menghubungi mereka,” ujarnya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat