kievskiy.org

Penelitian: Ibu Hamil yang Punya Riwayat Komplikasi Berisiko Terkena Penyakit Jantung

 Ilustrasi ibu hamil.
Ilustrasi ibu hamil. /Pixabay/Marncom Pixabay/Marncom

PIKIRAN RAKYAT - Penelitian terbaru menyoroti hubungan antara komplikasi saat kehamilan dan risiko penyakit jantung pada wanita di kemudian hari. Dr. Frank Qian, penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa wanita dengan riwayat hasil kehamilan yang buruk memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular di masa depan.

Namun, belum diketahui seberapa besar peran gaya hidup sehat dalam mengubah peningkatan risiko ini.

Studi tersebut melibatkan data dari UK Biobank yang mencakup sekitar 500.000 orang dewasa, termasuk 2.263 wanita dengan riwayat komplikasi kehamilan dan 107.260 wanita tanpa riwayat komplikasi selama kehamilan.

Komplikasi kehamilan yang diteliti meliputi solusio plasenta, diabetes gestasional, kelahiran prematur, dan gangguan hipertensi dalam kehamilan.

Para peneliti juga menginvestigasi hubungan antara skor Life's Essential 8 dan risiko penyakit jantung pada peserta, di mana Life's Essential 8 mencakup faktor-faktor penting seperti pola makan sehat, aktivitas fisik, berhenti merokok, tidur yang cukup, dan pengelolaan berat badan, kolesterol, gula darah, dan tekanan darah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang memiliki kesehatan kardiovaskular yang lebih baik setelah kehamilan memiliki risiko 57% lebih rendah terkena penyakit jantung dibandingkan dengan wanita yang kesehatan kardiovaskularnya lebih rendah.

Wanita dengan riwayat komplikasi kehamilan yang mencapai atau mempertahankan tingkat kesehatan kardiovaskular yang tinggi juga menunjukkan risiko yang sama rendahnya dengan wanita tanpa riwayat komplikasi kehamilan.

Para peneliti menekankan pentingnya identifikasi wanita berisiko tinggi dan upaya untuk memastikan mereka memiliki akses terhadap gaya hidup sehat atau pengobatan yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung di masa depan. Temuan ini memiliki implikasi penting untuk praktik klinis serta perancangan intervensi dan kebijakan kesehatan masyarakat.***

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat