kievskiy.org

Obat Asma Ternyata Dapat Mengurangi Efek Alergi Makanan, Ini Penjelasannya

Ilustrasi Obat
Ilustrasi Obat /Freepik Freepik

PIKIRAN RAKYAT - Ada sekitar 20 juta orang di Amerika – termasuk 4 juta anak – memiliki alergi pada makanan tertentu. Namun, sekarang sudah ada cara untuk mengurangi risiko reaksi alergi yang parah. Sebuah studi yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine melaporkan bahwa obat jenis omalizumab atau Xolair dapat membantu para penderita alergi makanan. Obat tersebut bisa mentoleransi dosis yang lebih tinggi dari makanan yang menyebabkan alergi, sebelum timbul reaksi setelah terpapar secara tidak sengaja. Obat ini juga menyebabkan reaksi yang lebih ringan jika terpapar.

Dilansir Time, Xolair secara resmi diizinkan lebih dari dua dekade lalu untuk mengobati asma. Namun, karena adanya studi serta data baru, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat  memperpanjang persetujuan Xolair pada 16 Februari 2024 lalu. Hal ini dilakukan untuk menyertakan pengobatan alergi makanan pada siapa saja yang berusia satu tahun atau lebih. Sekarang, Xolair merupakan obat pertama yang memiliki izin untuk mengobati beberapa alergi makanan.

Anabelle Terry, perempuan berusia 12 tahun yang memiliki alergi kacang-kacangan, merasakan langsung manfaatnya saat jadi partisipan pada percobaan obat tersebut. Ketika mengikuti percobaan tersebut, dia memakan setengah kue mangkok yang ia tahu tidak mengandung kacang. Tapi, ternyata kue tersebut dibuat dari tepung kacang. Kurang dari satu jam, ia mulai merasa kesakitan di perut dan tenggorokannya serta bibirnya kesemutan. Karena hal itu, ia berpikir bahwa ia mengalami reaksi alergi dan pulang ke rumah. Ibunya memberinya antihistamin, yang cukup untuk meredakan gejalanya. Sebelum Xolair, jika ia makan sedikit saja kacang tanah atau kacang pohon, biasanya ia akan membutuhkan suntikan epinefrin, yang merupakan pengobatan darurat untuk reaksi alergi, dan kunjungan ke dokter. "Saya merasakan perbedaannya dan tidak bereaksi seburuk yang saya kira," ucap Terry. "Meskipun hanya memakan setengahnya, tetapi itu adalah kue yang cukup besar, dan sungguh menakjubkan melihat saya baik-baik saja meskipun tidak sengaja memakannya."

Dr. Sharon Chinthrajah, salah satu pemimpin penelitian dan juga profesor dari Universitas Stanford mengatakan bahwa Xolair tidak menyembuhkan alergi makanan. Oleh karena itu, orang yang memiliki alergi harus terus menghindari makanan yang menyebabkan alergi dengan membaca label dan juga menanyakan persiapan makanan tersebut. Namun, dengan Xolair, orang yang memiliki alergi pada makanan memiliki lapisan perlindungan lain jika terjadi kejadian yang tidak disangka-sangka.

Ilustrasi Injeksi
Ilustrasi Injeksi Freepik
Bagaimana Xolair melawan reaksi alergi

Obat ini bekerja dengan cara menyapu sel imunoglobulin E (IgE) yang mengaktifkan respons sel imun untuk peradangan dan reaksi alergi. Chinthrajah menganggap bahwa obat tersebut merupakan spons yang mengeluarkan antibodi alergi dari peredaran. Mekanisme inilah yang membuat persetujuan awal Xolair pada tahun 2003 untuk asma alergi, karena sel IgE juga berperan dalam kondisi tersebut.

Dr.Robert Wood, direktur alergi pediatrik, imunologi, dan reumatologi di Johns Hopkins Children's Center dan peneliti utama penelitian ini mengatakan, adanya saran agar obat tersebut dapat digunakan untuk alergi makanan. Namun sayangnya, hingga saat ini, tidak ada penelitian yang menunjukkan hal tersebut sampai pada tingkat yang disyaratkan oleh FDA untuk menambahkannya ke dalam label. Faktanya, karena obat tersebut memblokir IgE, obat ini mungkin akan lebih berpengaruh pada alergi makanan, karena asma memiliki lebih banyak pemicu. Sementara itu, alergi makanan digerakkan langsung oleh IgE.

Apa yang ditemukan oleh studi terbaru?

Studi ini didanai oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases. Partisipan studi ini terdiri dari 177 anak yang berusia 1 sampai 17 tahun dari 10 lokasi berbeda di Amerika Serikat. Partisipan ditugaskan secara acak untuk menerima suntikan Xolair atau plasebo (obat atau prosedur yang tidak memiliki efek penyembuhan) setiap dua atau empat minggu sekali, tergantung berat badan dan level IgE mereka (perkiraan untuk mengetahui seberapa parah alergi mereka). Setelah empat bulan menerima injeksi, partisipan diberikan kacang dan makanan lain yang menyebabkan alergi dengan dosis tinggi. Sebanyak 67% partisipan yang mendapatkan injeksi Xolair mampu menoleransi dosis tinggi dari kacang tanpa reaksi yang parah dibandingkan 7% yang menerima plasebo. Perinciannya serupa dengan alergen lainnya.

Dikutip Time, Dokter Robert Wood mengatakan bahwa setengah dari partisipan bisa memakan makanan yang menyebabkan mereka alergi dalam jumlah yang banyak. Lebih dari 50% bisa memakan 16 kacang tanpa menimbulkan reaksi. Sekitar 15% lainnya mengalami reaksi alergi bahkan pada dosis yang kecil, tetapi semua reaksi lebih ringan pada kelompok Xolair dibanding kelompok plasebo. Tidak jelas berapa lama obat ini memblokir aktivitas IgE, tetapi dokter mengantisipasi bahwa orang-orang harus terus mendapatkan suntikan tersebut untuk menurunkan risiko reaksi yang parah.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat