kievskiy.org

Senator AS: Israel Penjajah Harusnya Bom Nuklir Gaza, Mereka Tak Boleh Kalah

Asap mengepul saat Israel melakukan penggerebekan di rumah sakit Al Shifa dan kawasan sekitarnya, di Kota Gaza, 20 Maret 2024.
Asap mengepul saat Israel melakukan penggerebekan di rumah sakit Al Shifa dan kawasan sekitarnya, di Kota Gaza, 20 Maret 2024. /REUTERS/Dawoud Abu Alkas

PIKIRAN RAKYAT - Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham membuat pernyataan kontroversial dengan terang-terangan mendukung Israel untuk menjatuhkan bom nuklir di Gaza guna mengakhiri perang dengan cepat.

Pernyataan ini disampaikan Graham saat wawancara di program "Meet the Press" NBC News, di mana ia membandingkan situasi tersebut dengan keputusan AS mengebom Hiroshima dan Nagasaki pada akhir Perang Dunia II.

"Ketika kami dihadapkan pada kehancuran sebagai sebuah bangsa setelah Pearl Harbor, melawan Jerman dan Jepang, kami memutuskan untuk mengakhiri perang dengan mengebom Hiroshima [dan] Nagasaki dengan senjata nuklir," kata Graham. "Itu adalah keputusan yang tepat."

Graham menegaskan bahwa Israel harus diberikan bom yang mereka butuhkan untuk mengakhiri perang dan mempertahankan diri.

"Beri Israel bom yang mereka butuhkan untuk mengakhiri perang. Mereka tidak boleh kalah," ujarnya.

Graham, yang dikenal sebagai pendukung setia Israel, menggunakan analogi ini berulang kali untuk mengkritik Presiden Joe Biden yang mengancam akan menahan senjata tertentu dari Israel jika mereka melancarkan operasi militer di Rafah, Gaza.

Ia menyinggung kebijakan Presiden Ronald Reagan yang menahan senjata dari Israel selama perang di Lebanon pada tahun 1980-an dan membandingkannya dengan situasi saat ini.

"Bolehkah aku mengatakan ini?" Graham bertanya. "Mengapa Amerika diperbolehkan menjatuhkan dua bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki untuk mengakhiri ancaman perang mereka? Mengapa kami boleh melakukan hal itu? Saya pikir itu baik-baik saja."

"Jadi, Israel, lakukan apapun yang harus Anda lakukan untuk bertahan hidup sebagai negara Yahudi. Apapun yang harus kamu lakukan," tambahnya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat