kievskiy.org

Hamas Mengalah, Tak Jadi Tuntut Gencatan Senjata Permanen demi 6 Minggu Tanpa Serangan

Pengangkut personel lapis baja (APC) Israel beroperasi, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, dekat perbatasan Israel pada 29 Mei 2024.
Pengangkut personel lapis baja (APC) Israel beroperasi, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, dekat perbatasan Israel pada 29 Mei 2024. /Reuters/Ronen Zvulun

PIKIRAN RAKYAT - Hamas telah menerima usulan Amerika Serikat (AS), untuk memulai pembicaraan mengenai pembebasan sandera Israel Penjajah, termasuk tentara dan pria. Pembebasan rencananya dilakukan 16 hari setelah tahap pertama perjanjian selesai.

Adapun perjanjian yang dimaksud bertujuan untuk mengakhiri perang di Gaza. Demikian menurut laporan dari sumber senior Hamas yang tak boleh disebutkan namanya, dilansir dari Reuters, Minggu, 7 Juli 2024.

Kelompok Islam tersebut akhirnya mengalah, dengan membatalkan tuntutan agar Israel terlebih dahulu berkomitmen pada gencatan senjata permanen sebelum menandatangani perjanjian.

Hamas juga akan mengizinkan negosiasi untuk mencapai hal tersebut selama enam minggu gencatan senjata tahap pertama. Secara logika, seharusnya Israel tak lagi memiliki alasan untuk menolak usulan.

Sebelumnya, seorang pejabat Palestina mengatakan, proposal AS dapat menghasilkan kesepakatan kerangka kerja jika diterima oleh Israel, sehingga berakhirlah 'perang' sembilan bulan antara Israel dan Hamas di Gaza.

Sementara itu, tim perundingan Israel Penjajah menjawab, sekarang ada peluang nyata untuk mencapai kesepakatan. Hal ini sangat kontras dengan sikap Israel dulu, yang mengatakan persyaratan dari Hamas tidak dapat diterima.

Juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak segera menanggapi permintaan komentar. Namun, per Jumat, 5 Juli 2024, kantornya mengatakan pembicaraan akan dilanjutkan minggu depan dan menekankan bahwa 'perbedaan pendapat' antara kedua belah pihak masih ada.

Baca Juga: 16 Pengungsi Nuseirat Tewas, 75 Terluka, Kebrutalan Israel Penjajah Kian Terang-terangan

Isi Proposal

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden secara terbuka mengumumkan proposal gencatan senjata di Gaza yang dikembangkan oleh Israel dan AS untuk mulanya dikirimkan kepada Hamas. Proposal berisi tiga fase, antara lain:

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat