kievskiy.org

5 Wartawan Tewas Dibantai Israel di Gaza dalam 24 Jam Terakhir, Mereka Garda Terdepan Kabar Situasi di Sana

Ilustrasi - Rekan sejawat membawa jaket anti-peluru berlumuran darah milik jurnalis Palestina Mohammed Soboh, yang tewas bersama dua jurnalis lainnya ketika Israel menghantam sebuah gedung saat mereka sedang meliput di Kota Gaza, 10 Oktober 2023.
Ilustrasi - Rekan sejawat membawa jaket anti-peluru berlumuran darah milik jurnalis Palestina Mohammed Soboh, yang tewas bersama dua jurnalis lainnya ketika Israel menghantam sebuah gedung saat mereka sedang meliput di Kota Gaza, 10 Oktober 2023. /Reuters/Arafat Barbakh

PIKIRAN RAKYAT - Setidaknya lima wartawan tewas dalam aksi pembantaian pasukan Israel penjajah dalam 24 jam terakhir di Gaza. Insiden itu terjadi, ketika pemboman dan serangan udara di daerah kantong yang terkepung meningkat.

Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan bahwa genosida Israel penjajah yang terpisah menewaskan tiga wartawan di kamp pengungsi Nuseirat di pusat wilayah dan dua di Kota Gaza pada Sabtu 6 Juli 2024. Itu meningkatkan setidaknya 158 jumlah pekerja media yang tewas sejak genosida meletus pada 7 Oktober 2023.

Mereka yang tewas di Nuseirat diidentifikasi sebagai Amjad Jahjouh dan Rizq Abu Ashkian, keduanya dari Palestine Media Agency. Kemudian, Wafa Abu Dabaan dari Radio Universitas Islam di Gaza.

Wafa Abu Dabaan menikah dengan Amjad Jahjahuh, dan anak-anak mereka juga tewas dalam serangan itu. Setidaknya 10 orang tewas dalam serangan di Nuseirat tersebut.

Wartawan Palestina, Saadi Madoukh dan Ahmed Sukkar tewas pada Jumat 5 Juli 2024. Keduanya kehilangan nyawa akibat serangan Israel penjajah yang menargetkan rumah keluarga Madoukh di lingkungan Daraj di Kota Gaza.

Konflik Paling Mematikan Bagi Jurnalis

Sebelum serangan mematikan terbaru, genosida Israel penjajah di Gaza sudah dianggap sebagai konflik paling mematikan bagi jurnalis dan pekerja media di dunia.

Komite Perlindungan Jurnalis yang berbasis di New York, yang memiliki basis data terpisah tentang wartawan Palestina yang tewas di Gaza, menyebutkan bahwa jumlah pekerja media yang tewas pada 5 Juli 2024 mencapai 108 sejak genosida dimulai. Hal itu juga menjadikannya periode paling mematikan sejak komite tersebut mulai mengumpulkan data pada 1992.

Wartawan Al Jazeera, Hamza Dahdouh yang merupakan putra tertua kepala biro Gaza Al Jazeera, Wael Dahdouh, termasuk di antara mereka yang tewas oleh serangan rudal Israel penjajah di Khan Younis, Gaza selatan, pada Januari 2024.

Dia berada di dalam kendaraan dekat al-Mawasi, sebuah "zona aman" yang ditunjuk Israel penjajah yang telah berulang kali diserang pasukannya. Pada saat kejadian, dia bersama wartawan lain, Mustafa Thuraya, yang juga tewas dalam serangan itu.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat