kievskiy.org

Getirnya Perjuangan Anak-Anak di Gaza: Habiskan 8 Jam Sehari Kumpulkan Makanan dengan Medan Berat

Warga Palestina bereaksi, menyusul serangan Israel di dekat sekolah yang dikelola PBB yang melindungi orang-orang terlantar di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan.
Warga Palestina bereaksi, menyusul serangan Israel di dekat sekolah yang dikelola PBB yang melindungi orang-orang terlantar di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan. /Reuters/Mohammed Salem

PIKIRAN RAKYAT - Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengungkapkan bahwa Fasilitas dan infrastruktur sanitasi di Jalur Gaza yang dilanda perang sangat terganggu. Tidak hanya itu, kondisi anak anak di sana pun terbilang memprihatinkan.

"Sarana & infrastruktur sanitasi sangat terganggu, memaksa ribuan keluarga bergantung pada air laut untuk mencuci, membersihkan & bahkan minum," ucapnya, Minggu 7 Juli 2024.

UNRWA juga mengungkapkan bagaimana getirnya perjuangan anak-anak di Gaza pada saat ini, Mereka harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari makanan, dengan medan yang berat.

"Anak-anak di Gaza dapat menghabiskan 6-8 jam sehari mengumpulkan air dan makanan, sering membawa beban berat dan berjalan jarak jauh," katanya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Wafa.

16 Pengungsi Tewas

Warga Palestina yang terluka membanjiri Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Gaza tengah, memaksa para dokter merawat anak-anak di lantai tanpa alas. Serangan terbaru Israel berlangsung di kamp pengungsi Nuseirat telah menewaskan 16 orang dan melukai 75 lainnya.

Kemarin, Sabtu, 6 Juli 2024, lima jurnalis Palestina tewas dalam serangan Israel Penjajah. Demikian laporan Kantor Media Pemerintah Gaza. Dengan demikian, jumlah pekerja media yang terbunuh sejak 7 Oktober 2023 menjadi sedikitnya 158 orang.

Hingga saat ini, 38.098 orang Palestina tewas dan 87.705 luka-luka dalam genosida dimulai. Angka ini belum meliputi jenazah yang terkubur dalam reruntuhan dan gagal dievakuasi karena kurangnya alat berat bantuan.

Terkait kabar gencatan senjata, Mesir berikutnya akan menjadi tuan rumah bagi delegasi Israel Penjajah dan Amerika Serikat (AS), untuk membahas “masalah-masalah yang belum terselesaikan” dalam kemungkinan perjanjian gencatan senjata.

Hal ini dilaporkan oleh TV Al Qahera di Kairo. Laporan ini menyusul kabar Hamas yang telah membatalkan tuntutan utama untuk mengakhiri perang secara menyeluruh dalam jawaban proposal awal dari Israel. Artinya, Hamas mau menerima gencatan senjata sementara sebagaimana ingin Israel alih-alih permanen.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat