kievskiy.org

Memotong Alpukat di Amerika Kerap Membawa Sial, Ini Penjelasannya

Ilustrasi Alpukat
Ilustrasi Alpukat /Freepik Freepik

PIKIRAN RAKYAT - Kebanyakan luka atau cedera yang berkaitan dengan memotong alpukat, terjadi sepanjang bulan April hingga Juli. Inilah beberapa cara untuk mengurangi risikonya.

Bagi para pecinta alpukat, ini adalah waktu paling berbahaya sepanjang tahun.

Ribuan orang mengiris tangan serta jarinya sendiri (secara tidak sengaja) setiap tahun ketika memotong alpukat. Penelitian juga menunjukan kebanyakan cedera ini terjadi sepanjang bulan April hingga Juli. Ahli bedah tangan melihat cedera ini sangat amat sering hingga mereka beri nama sebagai avocado hand (tangan alpukat).

Cedera ini biasanya terjadi ketika seseorang memegang sebuah alpukat di satu tangan dan memegang pisau tajam di tangan satunya. Ketika pisau tersebut terlepas, atau orang tersebut kehilangan genggamannya pada alpukat, pisau tersebut bisa mengiris telapak tangan atau jari mereka ketika memotongnya. Memutus saraf serta urat atau otot bukanlah hal yang asing bagi orang-orang. Untuk beberapa kasus, orang-orang (tidak sengaja) menusuk tangannya sendiri ketika menggunakan ujung pisau untuk mengeluarkan biji alpukat.

Eric Wagner, ahli bedah tangan dan profesor bedah ortopedi Universitas Emory di Atlanta mengatakan bahwa ia telah merawat orang-orang yang mengiris jarinya ketika memotong sebuah alpukat. Wagner juga menambahkan, memotong sebuah alpukat memang terlihat tidak berbahaya, namun ia telah melihat cedera yang lumayan parah dari hal itu. Sejauh ini, cedera yang paling sering ia lihat adalah cedera dari memotong sebuah alpukat.

Wagner dan rekan kerjanya menemukan begitu banyak pasien yang membutuhkan operasi tangan karena luka akibat pisau yang berhubungan dengan alpukat. Karena hal ini, pada tahun 2020 mereka menerbitkan sebuah penelitian yang meneliti angka fenomena tersebut secara nasional. Mereka menemukan bahwa di antara tahun 1998 sampai 2017, ada sekitar lebih dari 50.000 orang di Amerika Serikat mendatangi ruang gawat darurat untuk perawatan luka tangan yang diakibatkan oleh pisau yang disebabkan oleh alpukat tadi.

Hal yang paling mengejutkan adalah angka kejadian dari cedera ini meningkat secara tajam dari waktu ke waktu. Dalam jangka waktu empat tahun dari 1998 hingga 2002, dilaporkan ada sekitar 3.143 kasus yang memerlukan kunjungan ke ruang gawat darurat. Namun, di antara tahun 2013 hingga 2017, angka tersebut naik secara dramatis dengan 27.059 kasus yang dilaporkan – meningkat hampir sembilan kali lipat. Warger mengatakan bahwa angka cedera ini tampaknya meningkat dengan cepat karena ia bahkan melihat lebih banyak kasus dalam lima tahun terakhir daripada sebelumnya.

Peningkatan popularitas alpukat

Peningkatan cedera ini sangat berkaitan dengan meningkatnya popularitas alpukat. Menurut pemerintah pusat, di tahun 1989, rata-rata orang Amerika mengonsumsi sebanyak 1,5 pounds atau sekitar 680 gram alpukat per tahun. Namun, angka tersebut naik menjadi 7,5 pounds atau sekitar 3,4 kg alpukat per tahunnya.

Dilansir Washington Post, dalam studi yang diterbitkan American Journal of Health Behavior, para peneliti menemukan, ada sekitar 2% dari semua cedera yang dilaporkan berasal dari memotong alpukat.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat