kievskiy.org

Israel Penjajah: Hamas Sedang Terpuruk, Berhenti Menyerang Sekarang adalah Kebodohan Ngawur

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich.
Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich. /Reuters/Ronen Zvulun

PIKIRAN RAKYAT - Menteri Keuangan Israel Penjajah, Bezalel Smotrich mengatakan bahwa menghentikan serangan militer di Gaza saat ini adalah kesalahan besar. Sebab, Hamas menurutnya sedang berada di titik rendah keterpurukan.

Untuk diketahui, Smotrich merupakan pemimpin partai pro-pemukim, yang juga bagian dari koalisi pemerintahan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu.

Dia mengatakan bahwa saat ini adalah saat yang sangat tepat untuk mengintensifkan serangan, sebab Hamas selaku musuh tengah dalam kondisi putus asa.

Oleh karenanya, ia sangat tidak sepakat jika ada pihak yang menyuruh Israel untuk melakukan gencatan senjata dalam Waktu dekat.

Penilaian itu disampaikannya ketika para pejabat Israel sedang melanjutkan pembicaraan melalui mediator, mengenai kemungkinan kesepakatan gencatan senjata tiga tahap bersama Hamas, dengan enam pekan pertama penghentian serangan. Dia menuliskan pernyataan serupa di platform media sosialnya.

"Hamas sedang terpuruk dan (dengan penuh keputusasaan) memohon gencatan senjata. Ini adalah Waktu yang tepat untuk menekan leher mereka sampai hancur sampai kita musnahkan musuh kita. Berhenti menyerang sekarang, saat (perang) sebentar lagi selesai, dan membiarkan mereka pulih lalu melawan kita lagi, adalah kebodohan ngawur yang tidak masuk akal," ucap dia, Senin, 8 Juli 2024.

Baca Juga: Getirnya Perjuangan Anak-Anak di Gaza: Habiskan 8 Jam Sehari Kumpulkan Makanan dengan Medan Berat

Hamas Mengalah, Tak Jadi Tuntut Gencatan Senjata Permanen

Hamas telah menerima usulan Amerika Serikat (AS), untuk memulai pembicaraan mengenai pembebasan sandera Israel Penjajah, termasuk tentara dan pria. Pembebasan rencananya dilakukan 16 hari setelah tahap pertama perjanjian selesai.

Adapun perjanjian yang dimaksud bertujuan untuk mengakhiri perang di Gaza. Demikian menurut laporan dari sumber senior Hamas yang tak boleh disebutkan namanya, dilansir dari Reuters, Minggu, 7 Juli 2024.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat