kievskiy.org

Setiap Hari Ada 10 Anak Palestina Diamputasi, Kini 17.000 Yatim Piatu

Seorang anak Palestina yang terluka duduk di atas puing-puing di lokasi serangan Israel terhadap sebuah rumah, di Rafah, di selatan Jalur Gaza 9 Mei 2024.
Seorang anak Palestina yang terluka duduk di atas puing-puing di lokasi serangan Israel terhadap sebuah rumah, di Rafah, di selatan Jalur Gaza 9 Mei 2024. / REUTERS/Hatem Khaled

PIKIRAN RAKYAT - Setidaknya sepuluh anak harus diamputasi setiap harinya di Gaza. Tak berlalu satu hari, tanpa ada bocah Palestina yang kehilangan anggota tubuhnya akibat genosida Israel Penjajah.

Hal ini disampaikan oleh Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini dan Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, dalam konferensi pers bersama di Amman, Selasa, 9 Juli 2024.

Bukan hanya itu, Lazzarini juga mengungkapkan jumlah anak yang kini harus hidup tanpa orang tuanya, menyusul tingginya angka kematian 9 bulan terakhir.

"Setidaknya 10 anak kehilangan anggota tubuh setiap hari di Gaza akibat agresi (militer) yang terus berlanjut. Hampir 17.000 anak tidak lagi didampingi oleh keluarganya," kata dia, dilansir dari Al Jazeera, Selasa, 9 Juli 2024.

Dia menegaskan, apa yang terjadi di Gaza merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan harus diselidiki. Pasalnya, setengah dari sekolah badan PBB di Gaza telah dibom meskipun pasukan Israel memiliki koordinat pasti letak wilayah yang 'haram' untuk diserang dalam perang.

Lebih dari 600.000 pelajar di Gaza hidup di tengah kehancuran tanpa bisa melanjutkan pendidikannya sama-sekali. Bahkan, lebih dari separuh fasilitas UNRWA di Gaza sudah hancur lebur.

Mereka yang bertanggung jawab atas serangan terhadap badan tersebut dalam upaya untuk membubarkannya dan mengakhiri perannya di Gaza harus dimintai pertanggungjawaban.

Bukan hanya itu, sejumlah donor saat ini telah menghentikan pendanaan bagi UNRWA. Namun, akan ada acara pada bulan September 2024, untuk mengumpulkan sumber daya bagi lembaga tersebut.

Baca Juga: Jumlah Korban Tewas di Gaza Sebenarnya Lebih dari 186.000, Mengupas Lebih Dalam Kematian Tersembunyi di Sana

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat