kievskiy.org

Ratusan Santri Cirebon Jalani Swab Test Massal, Sebelum Kembali ke Pesantren di Jawa Timur

 WARGA menjalani test swab massal di Pasar Baru Indramayu, Sabtu 30 Mei 2020. Test swab massal tersebut merupakan yang pertama di Kabupaten Indramayu. *
WARGA menjalani test swab massal di Pasar Baru Indramayu, Sabtu 30 Mei 2020. Test swab massal tersebut merupakan yang pertama di Kabupaten Indramayu. * /GELAR GANDARASA/

PIKIRAN RAKYAT - Ratusan santri di Kabupaten Cirebon menjalani tes usap (swab test) massal. Setelah tes tersebut, mereka akan kembali dikirim ke pesantren di berbagai daerah di Jawa Timur.

Tes usap massal berlangsung mulai Kamis 11 Juni 2020. Bertempat di Covid-19 Center di Stadion Watubelah Kecamatan Sumber, ditargetkan sedikitnya dua ribu santri yang mengikuti tes usap tersebut.

Pemerintah Kabupaten Cirebon menyediakan 2.000 reagen khusus untuk para santri. Sedangkan alat tes cepat (rapid test) sebanyak 15.000 kit.

Baca Juga: #GunungDjatiMenggugat Tren di Twitter, Mahasiswa UIN Bandung Tolak Bayar UKT

Test untuk para santri ini merupakan pertama kalinya di Jawa Barat. Hak ini sebagai persiapan menjelang memasuki New Normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB) dimana pesantren mulai dibuka kembali.

"Tes untuk santri ini kita fasilitasi. Semuanya gratis. Kita ingin memastikan santri asal Cirebon dalam keadaan sehat sebelum kembali nyantri di pesantren di Jatim dan daerah lainnya," tutur Bupati H Imron Rosyadi.

Bupati Imron memimpin langsung tes usap massal tersebut. Hadir pula para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat yang ikut menyaksikan jalannya tes massal.

Baca Juga: KPAI Dorong Pembelajaran Tatap Muka Mesti Pertimbangkan Kesehatan Anak

Bupati Imron menuturkan, nantinya hasil tes usap massal akan menjadi bekal bagi santri jika kembali ke pesantren. Para santri akan dibekali surat keterangan bebas virus corona (Covid-19) dan kesehatan.

Dituturkan, ada sedikitnya dua ribu santri Cirebon yang akan kembali ke berbagai pesantren, terutama di Jatim seperti Kediri, Jombang, Tuban dan daerah lainnya. Setelah sebulan lebih diliburkan, menjelaskan AKB mereka akan kembali namun dengan syarat ada keterangan sehat dari hasil tes usap maupun tes cepat.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat