kievskiy.org

Penyebaran DBD di Karawang Meningkat Tajam dalam Dua Bulan Terakhir, Tembus 748 Kasus

Ilustrasi nyamuk penyebab DBD.
Ilustrasi nyamuk penyebab DBD. /Pikiran Rakyat/Satira Yudatama

PIKIRAN RAKYAT - Dalam dua bulan terakhir ini Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mencatat ada 748 warga yang terjangkit penyakit Berdarah Dengue (DBD). Enam orang di antaranya bahkan tidak tertolong nyawanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, dr. Yayuk Sri Rahayu, menyebutkan hal itu, Minggu 12 Mei 2024.

"Kasus DBD melonjak tajam dalam dua bulan ini. Angkanya bahkan telah melampaui batas parameter DBD," katanya.

Disebutkan, lonjakan kasus DBD terjadi mulai Maret 2024, saat cuaca tidak menentu. Pada Maret tercatat ada 233 kasus dan April 250 kasus DBD.

Baca Juga: Persib Bandung Bawa Kekuatan Penuh Hadapi Bali United, 22 Pemain Terbang ke Pulau Dewata Hari Ini

Sebelumnya di Januari tercatat 141 kasus dan Februari 124 kasus DBD. Memasuki musim kemarau yang disertai sesekali hujan lebat, penyakit yang disebarkan nyamuk aedes aegypti itu menyebar dengan cepat.

Disebutkan Yayuk, penyebaran DBD tertinggi terjadi di Kecamatan Karawang Barat dengan 120 kasus dan 2 orang di antaranya meninggal dunia. Kemudian penyebaran secara cepat terjadi di Kecamatan Kota Baru dengan temuan 106 kasus dan 1 orang meninggal dunia.

"Perubahan cuaca menjadi faktor utama peningkatan kasus DBD di Kabupaten Karawang. Lingkungan yang kotor dan banyak genangan air membuat nyamuk Aedes Aegypti cepat berkembang biak," katanya.

Dengan melonjaknya kasus dan kematian yang diakibatkan DBD di Karawang, Yayuk mengajak masyarakat untuk menerapkan PSN 3M Plus alias Pemberantasan Sarang Nyamuk' dengan cara menutup penampungan air, membersihkan penampungan air, dan memanfaatkan atau mengubur barang-barang bekas.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat