kievskiy.org

Lautan Eceng Gondok di Citarum bak Sepi Sorotan, Berbanding Terbalik dengan Pembersihan Sampah di Batujajar

Hamparan eceng gondok memenuhi aliran Sungai Citarum di kawasan Citembong, Desa Margaluyu, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 8 Juli 2024. Kondisi tersebut membuat aktivitas penyeberangan dan penangkapan ikan tak bisa dilakukan.
Hamparan eceng gondok memenuhi aliran Sungai Citarum di kawasan Citembong, Desa Margaluyu, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 8 Juli 2024. Kondisi tersebut membuat aktivitas penyeberangan dan penangkapan ikan tak bisa dilakukan. /Pikiran Rakyat/Bambang Arifianto

PIKIRAN RAKYAT - Kondisi aliran Sungai Citarum di kawasan Desa Margaluyu, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat tertutup hamparan eceng gondok. Hingga kini, belum terlihat upaya mengatasi persoalan tersebut. Hal tersebut berbeda dengan persoalan lautan sampah di Citarum wilayah Batujajar beberapa waktu yang segera memperoleh respons cepat pembersihan.

Pantauan Pikiran Rakyat pada Senin, 8 Juli 2024, aliran Citarum yang berada di perbatasan KBB dan Cianjur itu lenyap dari pandangan. Permukaan sungai berubah menjadi hamparan kehijauan eceng gondok. Tak terlihat aktivitas penyeberangan menggunakan perahu di lokasi itu. Perahu dan rakit tergeletak di tepian Citarum.

Ayi (47), warga Kampung Citangkil, Desa Margaluyu mengungkapkan, keadaan itu menghentikan aktivitas penyeberangan warga Citembong di Margaluyu ke Buniayu (Cianjur). Hal serupa terjadi dari arah sebaliknya.

"Teu aya pisan nu lowong (Permukaan Citarum tidak ada yang lowong dari eceng gondok sehingga perahu tak bisa melintas), ucap Ayi saat ditemui Pikiran Rakyat di kampungnya, Senin siang.

Ia mengungkapkan, menjamurnya eceng gondok sudah terjadi lima tahun ke belakang. Tak cuma aktivitas penyeberangan, warga juga sudah tak bisa lagi menjala iklan. Dampak lain dari keadaan itu adalah warga Citembong atau Margaluyu tak lagi bisa berbelanja ke Ciranjang di Cianjur.

Karena berada di perbatasan, sebagian warga Margaluyu memilih berbelanja di wilayah Cianjur. "Di Ciranjang mah seueuer pilihan marirah (Belanja di Ciranjang banyak pilihan dan murah)," tuturnya. Warga pun hanya tinggal menyeberang memakai perahu lalu berganti menaiki ojek saat pergi belanja ke Ciranjang.

Hal senada dikemukakan Ujang Sutisna (51), warga Kampung Citembong, Desa Margaluyu. Ia menambahkan, belum ada upaya pengerukan eceng gondok di lokasi tersebut. Meskipun ada arus yang menyeret eceng gondok ke hilir, tumbuhan air yang mengapung itu kembali lagi karena tiupan angin. Sekira lima bulan lalu, lanjutnya, warga masih bisa menyeberang karena adanya eceng gondok yang bergeser.

Kini, hal tersebut sudah tak bisa dilakukan. "Teu aya pisan lolongkrang (Sekarang sama sekali tak ada celah)," ucapnya. Kondisi Citarum di kawasan Citembong/Margaluyu itu berbeda nasib dengan wilayah lain di aliran sungai yang sama.

Saat publik heboh dengan lautan sampah di Batujajar beberapa waktu, respons cepat langsung muncul dari pemerintah berupa pengerukan atau pembersihan di sana. Namun, respons serupa tak muncul di perbatasan KBB dan Cianjur itu.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat