kievskiy.org

KPU Jabar Pastikan Tak Ada Praktik Joki Pantarlih: Coklit Terus Berjalan

Data pemilih dalam pemilu jadi hal penting.
Data pemilih dalam pemilu jadi hal penting. /Antara/Andreas Fitri Atmoko Antara/Andreas Fitri Atmoko

PIKIRAN RAKYAT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat memastikan di Jawa Barat tidak ditemukan praktik joki pantarlih atau petugas pemutakhiran data pemilih yang saat ini tengah melakukan pencocokan dan penelitian (coklit). Adapun coklit dilakukan mulai 24 Juni hingga 24 Juli 2024.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, Hedi Ardia mengatakan, untuk kasus joki sejauh ini di Jawa Barat tidak ada. Pihaknya pun belum menerima laporan adanya yang menjanjikan jika ada masyarakat yang diminta untuk jadi joki pantarlih.

"Kemudian untuk pantarlih yang sakit ataupun ada halangan itu mekanismenya dilakukan PAW (Pergantian Antar Waktu). Selain itu juga bisa diganti oleh PPS setempat," ujar Hedi, Selasa, 9 Juli 2024.

Dikatakan Hedi, pada prinsipnya proses coklit harus terus berjalan karena KPU Jabar juga dikejar oleh waktu dan KPU pun sudah menyampaikan imbauan kepada KPU Kabupaten/Kota terkait data pantarlih yang meninggal ini.

Selanjutnya terkait perkembangan coklit, informasi bagi KPU Kabupaten/Kota banyak pertanyaan Pantarlih jika menemukan pemilih yang meninggal dunia belum memiliki Akte Kematian/Surat Keterangan lainnya.

"Pertama disesuaikan dulu hasil coklitnya di keterangan meninggal dunia belum ada bukti dukungnya, lalu dikumpulkan datanya oleh PPS," katanya.

Setelah terkumpul baru diajukan Surat keterangan ke Desa/Kelurahan secara kolektif, satu surat keterangan dengan daftar yang meninggal sebagai lampiran. Jika sudah keluar Surat Keterangannya (Surket) baru dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan bukti tersebut.

"Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam PKPU No 7 Tahun 2024 Pasal 13 Ayat 4 Point h dan pada Juknis Nomor 799 Tahun 2024," ucapnya.

Sementara itu, dari hasil coklit sementara berdasarkan kategori pemilih sesuai terdapat 92,3 persen, kemudian pemilih tersaring 3,4 persen.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat