kievskiy.org

Tokoh Bulan Ini: As'ad Humam, Kiai Muhammadiyah di Balik Buku Iqro Legendaris

Kiai As'ad Humam (kanan) dan Buku Iqro yang diciptakannya untuk memudahkan anak-anak belajar baca Al-Qur'an.
Kiai As'ad Humam (kanan) dan Buku Iqro yang diciptakannya untuk memudahkan anak-anak belajar baca Al-Qur'an. /Muhammadiyah

PIKIRAN RAKYAT - Simak Tokoh Bulan Ini yakni Kiai Asad Humam. Sosoknya ternyata berada di balik Metode Iqro, sebuah metode belajar baca Al-Qur'an yang tentunya tidak asing lagi di telinga kita.

As'ad Humam ternyata merupakan tokoh Muhammadiyah, demikian dilansir dari laman Muhammadiyah.or.id. Metode yang ditemukannya membantu banyak anak-anak bisa mempelajari cara membaca Al-Qur'an yang baik dan benar.

Tokoh Bulan Ini: Kiai Asad Humam, simak profilnya

As'ad Humam lahir di Selokraman, Kotagede, Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 1933. Nama ayahnya adalah 'Humam' yang merupakan pedagang pasar yang sukses di Pasar Beringharjo, Kota Yogya tersebut.

Pendidikan Sekolah Dasar (SD) ditempuhnya di SD Muhammadiyah Kleco. Sedangkan SMP (Sekolah Menengah Pertama) sang kiai adalah sebuah SMP Negeri di Ngawi, Jawa Timur. Ia kembali lagi ke Yogyakarta saat menempuh SMA (Sekolah Menengah Atas) di Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Ternyata, saat SMA, pendidikannya harus berhenti di tengah jalan akibat kecelakaan pada 1963. Kala itu, ia mengalami kecelakaan saat memanjat pohon yang menyebabkannya mengalami pengapuran tulang belakang, ia pun harus dirawat selama enam bulan.

Setelahnya, ia harus menggunakan tongkat sebagaimana penampilannya di sampul belakang Buku Iqro yang legendaris tersebut. Pasalnya, lehernya sempat tidak bisa digerakkan, ia membutuhkan alat bantu untuk berjalan.

Kiai As'ad Humam yang pernah belajar di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak yang berciri khas Nahdlatul Ulama ini kemudian menemukan Metode Iqro untuk membantu membaca Al-Qur'an bagi anak-anak atau siapa saja yang mau belajar. Ia menemukan metode itu tak sendirian yakni bersama pegiat Muhammadiyah lain seperti Jazir Asp.

Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA atau TPQ) mulai hadir pada akhir 1980-an, salah satunya lewat tokoh Kiai Dahlan Salim Zarkasy asal Semarang, Jawa Tengah. Kiai As'ad Humam ikut mengajarkan metode tersebut di Yogyakarta tepatnya di Kotagede.

Menurut As'ad, metode itu dianggap kurang efektif bagi anak-anak karena mereka membutuhkan waktu dua sampai tiga tahun untuk bisa menguasainya. Menurutnya, terdapat celah dalam metode tradisional Baghdadi tersebut, hanya saran yang diberikan As'ad dikabarkan ditolak Kiai Dahlan Salim Zarkasyi.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat