kievskiy.org

Koperasi Kunci Ekonomi Indonesia Maju, Tantangan yang Harus Dijawab Prabowo dan Gibran

Ilustrasi keuangan. Koperasi di Indonesia berperan penting dalam pereknomian, tetapi dibutuhkan regulasi yang tepat untuk mengaturnya.
Ilustrasi keuangan. Koperasi di Indonesia berperan penting dalam pereknomian, tetapi dibutuhkan regulasi yang tepat untuk mengaturnya. /Pixabay/Nattanan Kanchanaprat

PIKIRAN RAKYAT - Koperasi berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Koperasi bukan hanya alat untuk memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat.

Penting untuk memiliki regulasi yang memadai untuk mengayomi dan memperkuat kedudukan koperasi di antara pelaku ekonomi lainnya. Regulasi ini harus memberikan perlindungan hukum yang memadai bagi koperasi dan anggotanya.

Ilustrasi uang koin.
Ilustrasi uang koin.

Dalam ekonomi yang kompetitif, regulasi yang jelas dan tegas memberikan kepastian hukum bagi koperasi dalam mengembangkan usahanya. Hal ini mendorong koperasi untuk berinovasi dan berkembang dengan aman, sekaligus melindungi anggotanya dari praktik bisnis yang tidak etis.

Regulasi yang tepat juga membantu menciptakan lingkungan yang sehat dan adil bagi koperasi. Dalam berkompetisi dengan pelaku ekonomi lainnya, koperasi sering menghadapi tantangan berat. Regulasi yang baik akan membantu mengurangi kesenjangan persaingan antara koperasi dan perusahaan lain. Koperasi dapat beroperasi tanpa diskriminasi dan perlakuan tidak adil, sehingga memperkuat kedudukan mereka di pasar.

Koperasi memiliki peran penting dalam sistem keuangan nasional Indonesia, sebagai sokoguru perekonomian nasional dan bagian integral dari tata perekonomian nasional, sesuai dengan Penjelasan Pasal 33 UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Koperasi, terutama koperasi simpan pinjam (KSP), berperan dalam penyediaan jasa keuangan, seperti simpanan dan pinjaman bagi masyarakat, terutama di daerah yang kurang terjangkau layanan perbankan.

Per Desember 2022, terdapat 130.354 unit koperasi dengan total aset Rp281,5 triliun dan volume usaha Rp197,8 triliun. Jumlah anggota koperasi mencapai 29,4 juta orang. Koperasi diharapkan menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi persaingan global. Namun, koperasi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti skala usaha yang kecil, tata kelola yang lemah, dan regulasi yang belum memadai.

Regulasi

Regulasi perkoperasian di Indonesia saat ini belum sepenuhnya memadai untuk menjamin keberlangsungan usaha koperasi. Beberapa isu utama terkait regulasi, antara lain Undang-Undang Perkoperasian yang perlu disempurnakan, yakni UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan koperasi modern. Revisi UU baru masih dalam proses pembahasan.

Pengaturan usaha simpan pinjam belum memadai. Belum ada regulasi komprehensif yang mengatur usaha simpan pinjam koperasi, termasuk perlindungan simpanan anggota dan kebijakan penyehatan koperasi. Keterbatasan kegiatan usaha koperasi yang masih dibatasi berdasarkan jenisnya menghambat pengembangan usaha koperasi.

Belum ada pengaturan koperasi sekunder dan apex yang jelas serta ekosistem untuk memenuhi kebutuhan anggota dan inovasi bisnis. Perlindungan koperasi, seperti penetapan bidang usaha khusus dan wilayah operasi, dinilai belum memadai. Regulasi transformasi digital juga masih parsial, sehingga diperlukan regulasi utuh yang mengatur transformasi digital pada koperasi. Untuk menjamin keberlangsungan usaha koperasi, diperlukan pembaruan regulasi perkoperasian secara holistik dan komprehensif.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat