kievskiy.org

Kecelakaan Bus Rombongan SMK Lingga Kencana Depok Jadi Bukti Kondisi Angkutan Darat Sudah Gawat

Ilustrasi bus.
Ilustrasi bus. /Pexels/Lê Minh

PIKIRAN RAKYAT – Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno mengungkapkan kecelakaan maut yang menimpa bus rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok adalah bukti kondisi angkutan darat Indonesia sudah gawat. Pemerintah harus segera bertindak jika tidak ingin melihat korban jiwa lainnya.

Pemerintah bisa menjadikan insiden kecelakaan bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok sebagai titik kritis untuk membenahi sistem angkutan darat. Djoko menilai bus pariwisata memiliki banyak koreksi yang harus diperhatikan.

Perusahaan Otobus (PO) hingga kepolisian memiliki andil penting untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi. Apalagi dari kecelakaan bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok diketahui bus yang digunakan merupakan bus bekas, tidak terdaftar, dan KIR nya mati.

Djoko Setijowarno menilai ada hal yang salah dengan sistem transportasi Indonesia. Hal itu dilihat dari kasus kecelakaan yang terjadi paling sering diakibatkan oleh rem blong dan sopir mengantuk.

Baca Juga: Mantan Menteri Kazakhstan Dipenjara 24 Tahun Gara-Gara KDRT dan Bunuh Istri

Uji kelayakan bus memang bisa diselesaikan melalui uji KIR. Tapi pada fakta di lapangan, pengawasannya masih sangat lemah, dan rentan untuk jadi ladang pungli.

“Perusahaan itu punya namanya Sistem Manajemen Keselamatan (SMK). Itu harus diawasi, kalau pemerintah tidak sanggup. Carikan pihak ketiga untuk mengawasinya. Kemudian harus rutin mengecek bus wisata tadi,” ujar Djoko, dikutip dari BBC.

Minimnya sopir bus memicu tuntutan jam kerja tinggi, hingga membuat sopir kelelahan dan berisiko mengantuk. Permasalahan tersebut tak lepas dari kesejahteraan yang jauh dari standar.

Upah yang kecil, waktu libur yang hampir nihil, tak adanya tempat peristirahatan yang layak bagi sopir di tempat wisata membuat kesejahteraan sopir sangat mahal harganya. Pemerintah tak mau melirik golongan sopir bus.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat