kievskiy.org

216 Juru Parkir Liar di Jakarta Telah Ditertibkan dalam Sepekan

Ilustrasi juru parkir liar.
Ilustrasi juru parkir liar. /Antara/Zabur Karuru

PIKIRAN RAKYAT - Dalam sepekan sejak operasi penertiban pada 15 Mei silam, tim gabungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menertibkan sebanyak 216 juru parkir liar minimarket.

Operasi tersebut melibatkan petugas lintas sektor antara lain Dishub, Satpol PP, lima Wali Kota Administrasi, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Dinsos, Diskominfo, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Kemudian Biro Hukum, Biro Pemerintahan, Badan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Suku Dinas Perhubungan lima Wilayah Kota Administrasi, UP Parkir, dan TNI/Polri.

"Total juru parkir liar yang terkena sanksi penertiban juru parkir liar di wilayah Provinsi DKI Jakarta oleh Tim Gabungan Pemprov DKI Jakarta tanggal 15 Mei sampai 21 Mei 2024 sebanyak 216 juru parkir liar," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, dikutip pada Rabu, 22 Mei 2024.

Angka juru parkir liar yang ditertibkan paling tinggi terjadi pada 21 Mei 2024 dengan jumlah penindakan terhadap 89 orang. Penindakan 89 orang itu terjaring di 82 titik pusat perbelanjaan dan minimarket di wilayah Jakarta yang dilakukan bersama tim gabungan.

Adapun pada awal operasi atau 15 Mei, ada sebanyak 55 orang yang ditindak. Lalu pada 16 Mei sebanyak 73 orang.

Petugas gabungan menindak juru parkir liar dengan mengedepankan tindakan persuasif, humanis. Operasi digelar di lima wilayah Jakarta mulai pukul 8.30 WIB. Untuk tahap awal, mereka yang ditertibkan diminta membuat surat pernyataan tidak melakukan pengaturan parkir secara liar.

Sebelumnya Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, penertiban parkir liar ini akan dilaksanakan selama satu bulan atau sampai 15 Juni 2024.

"Yang kami lakukan adalah berupa pembinaan, kemudian edukasi kepada juru parkir liar, dan juga dilakukan pendataan. Setelah itu yang bersangkutan diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan pengaturan parkir secara liar," ujar Syafrin.***

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat