kievskiy.org

Tembakan di Pesta Pernikahan Menembus Kepala Warga, Anggota DPRD Lampung Serahkan Diri ke Polisi

Ilustrasi tembakan.
Ilustrasi tembakan. /Pixabay/USA-Reiseblogger Pixabay/USA-Reiseblogger

PIKIRAN RAKYAT - Anggota DPRD Lampung Tengah berinisial MSM (42) ditetapkan sebagai tersangka penembakan warga hingga tewas pada Sabtu, 6 Juli 2024. Tembakan itu dilepaskan sebagai bagian dari tradisi penyambutan besan dalam pesta pernikahan adik iparnya di Dusun 1 Mataram Ilir, Kecamatan Seputih Surabaya, Sabtu 6 Juli 2024 sekira pukul 10.00 WIB.

Akan tetapi, tembakan itu meleset dan mengenai seorang warga bernama Salam (35). Korban yang merupakan paman dari MSM pun meninggal dunia. Setelah kejadian itu, pelaku telah diamankan oleh Tim Gabungan yang terdiri dari Tekab 308 Presisi Polres Lampung Tengah dan Krimum Polda Lampung.

"Benar, MSM sudah kita amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ucap Kapolres Lampung Tengah, AKBP Andik Purnomo Sigit, Minggu 7 Juli 2024.

Barang Bukti Diamankan

Andik Purnomo Sigit menjelaskan, selain menangkap MSM, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senpi jenis Zoraki MOD 914-T, satu buah magazine, empat buah selongsong amunisi, satu pucuk senpi laras panjang FNC Belgia, satu buah magazine dan satu buah tas senjata warna hijau.

"Kemudian, satu pucuk senpi HS + magazine, satu pucuk senpi Revolver Cobra, dua buah magazine 2 box senpi kosong, satu box alat pembersih senpi, satu buah surat Garuda Shooting Club, empat butir selongsong amunisi kaliber 5, 56 mm serta tiga butir selongsong amunisi kaliber 9 mm," tuturnya.

"Seluruh barang bukti tersebut didapat dari hasil olah TKP. Tim gabungan menggeledah tiga rumah, diantaranya rumah tersangka di Dusun I Kampung Mataram Ilir, Kecamatan Seputih Surabaya dan rumah MSM di Jalan Cempaka Margorejo Metro Selatan Kota Metro, serta rumah milik SW warga Bumi Nabung Timur," kata Andik Purnomo Sigit menambahkan.

Peluru Menembus Kepala

Andik Purnomo Sigit menuturkan, dari hasil autopsi sementara, peluru menembus kepala bagian kiri korban (atas telinga kiri) menembus bagian dalam kepala hingga keluar di pelipis kanan korban.

"Adapun hasil resminya masih menunggu dari Dokter Forensik," ujarnya.

Dari hasil gelar perkara, MSM ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 359 KUHPidana dan pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, ancaman hukuman 5 dan 20 tahun kurungan penjara.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat