kievskiy.org

10 Polisi Diduga Aniaya Warga di Bali: Pukul Pakai Botol Bir dan Ancam Tembak Korban

Ilustrasi kekerasan.
Ilustrasi kekerasan. /Pixabay/Tonic-Pic

PIKIRAN RAKYAT - Sepuluh anggota Polres Klungkung Bali dilaporkan ke Polda Bali lantaran diduga melakukan penculikan, penyekapan hingga penganiayaan terhadap seorang warga berinisial IWS (47). 

Berdasarkan keterangan dari situs Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI-LBH) Bali, insiden penculikan hingga penyiksaan itu bermula pada 26 Mei 2024. Saat itu, ada 10 polisi yang datang ke rumah IWS untuk mencari keberadaannya. Namun, IWS sedang berada di luar rumah. 

“Istri korban sempat bertanya mengenai maksud kedatangan Polisi, namun mereka meminta agar istri Korban tidak banyak bertanya dan mendesak agar korban segera pulang,” katanya, dikutip pada Senin, 8 Juli 2024. 

Pada hari yang sama, pukul 20.00 WITA, IWS pun ditangkap dan dibawa ke suatu tempat yang bukan kantor polisi. Polisi juga menyita secara paksa ponsel dan lima mobil dari usaha IWS yang sedang dalam proses penjualan. 

Menurut keterangan YLBHI-LBH Bali, polisi Polres Klungkung tak menunjukan surat perintah penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan dan surat tugas.  

Korban Disekap dan Dianiaya

Sejak 26 Mei 2024 itu, IWS disekap dan diinterogasi. Ia dituduh membantu membawa kabur sebuah mobil Pajero. 

“Korban terus dipaksa untuk mengakui perbuatan yang sebenarnya tidak pernah ia lakukan,” ujar keterangan dalam situs.

Selama diinterogasi, IWS mendapatkan penyiksaan berupa pukulan. Mulai dari dengan tangan kosong, menggunakan botol berukuran 1 liter yang berisi air hingga botol bir. 

“Pukulan itu secara berulang ditujukan ke wajah, bagian kepala, dan kedua telinga korban. Selama proses penyiksaan, tangan korban terus diborgol, pakaiannya dilucuti dan mata korban ditutup dengan plester putih berlapis-lapis hingga korban tidak bisa melihat,” ucapnya. 

“Dalam interogasi, korban juga sempat diancam akan ditembak. Akibat dari tindakan penyiksaan yang dilakukan personel Polres Klungkung tersebut menyebabkan luka fisik, psikis, termasuk luka permanen pada salah satu gendang telinga korban,” tuturnya. 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat