kievskiy.org

Pria Disekap dan Disiksa 30 Orang Selama 3 Bulan di Kafe Jaktim: Diborgol, Ditelanjangi, hingga Dibakar

Ilustrasi penculikan.
Ilustrasi penculikan. /Pixabay/PublicDomainPictures

PIKIRAN RAKYAT - Polisi mengusut kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang pemuda berinisial MRR (23) oleh sekelompok orang di Jakarta Timur. Kasus tersebut awalnya ditangani oleh Polsek Duren Sawit, kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Timur pada Selasa 9 Juli 2024.

Akan tetapi, Polres Metro Jakarta Timur mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci karena saat ini masih dalam penyelidikan.

"Perkaranya saat ini masih tahap penyelidikan. Kami masih mendalami perkaranya dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi," ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Armunanto Hutahean, Selasa 9 Juli 2024.

Meski begitu, dia mengungkapkan bahwa penyebab penyekapan dan penganiayaan itu diduga adanya utang-piutang yang melibatkan dua pihak, yakni korban dan pelaku.

"Perkara berawal dari adanya utang-piutang antara korban dan terduga pelaku," ujar Armunanto Hutahean.

Pelaku Harus Dikenakan Pasal Berlapis

Kuasa hukum korban MRR, Muhamad Normansyah meminta penyidik Polres Metro Jakarta Timur tidak hanya menerapkan pasal terkait penyekapan. Namun juga pasal terkait pemerasan, pengancaman, penganiayaan, dan lainnya.

Selain itu, dia meminta agar kafe yang menjadi lokasi penyekapan dan penganiayaan korban MRR di kawasan Duren Sawit untuk disegel, agar barang bukti tidak hilang.

"Saya khawatir karena sampai saat ini semua alat bukti masih belum disita oleh penyidik. Barang bukti mulai dari tabung gas 3 kg, asbak beling, tempat sampah besi, tang potong, dan lainnya," kata Muhamad Normansyah.

Penyiksaan dan penyekapan terhadap korban MRR ini bermula dari adanya bisnis jual-beli mobil antara korban dengan salah satu pelaku berinisial HRA. Namun, transaksi keempat agak mandek karena ada dana yang dipakai oleh korban untuk kebutuhan pribadi yang mendesak.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat