kievskiy.org

Rektor Unsri Larang Mahasiswa Bayar UKT Pakai Pinjol: Tak Baik! Hubungi Kami Jika Kesulitan Ekonomi

Ilustrasi Pinjaman online.
Ilustrasi Pinjaman online. /Antara/Nova Wahyudi

PIKIRAN RAKYAT - Tak sepakat dengan pemerintah, Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) justru melarang mahasiswanya membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) menggunakan pinjaman online. Padahal, Menteri koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mendukung mahasiswa membayar UKT dengan menggunakan pinjaman online.

Di tengah dukungan pemerintah itu, Wakil Rektor I Unsri Bidang Akademik, Rujito Agus Suwignyo menegaskan tidak mendukung hal tersebut. Menurutnya, ada banyak dukungan yang diberikan pihak Universitas bagi mahasiswa baru.

Pihaknya pun mengimbau mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi agar melapor. Sehingga mereka akan diberikan solusi, seperti penurunan biaya UKT maupun bea siswa.

"Tentunya pinjol sesuatu yang tidak baik, harapan kami hal-hal itu tidak terjadi di UNSRI," kata Rujito Agus Suwignyo, Senin 8 Juli 2024.

"Kami di UNSRI sangat tidak mendukung kalau ada kegiatan seperti itu. Kalau mahasiswa kami ada kesulitan ekonomi silakan hubungi, kami bisa bantu misalnya menurunkan biaya UKT atau bisa juga dengan beasiswa," tuturnya menambahkan.

Rujito Agus Suwignyo mengungkapkan, Unsri menerima sebanyak 8.960 mahasiswa baru kuota penerimaan 2024. Itu untuk seluruh daya tampung penerimaan dari tiga jalur seleksi, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan jalur Ujian Seleksi Mandiri (USM).

Sementara untuk Tarif UKT jalur SNBP dan SNBT ditetapkan mulai dari Rp500.000 hingga Rp20 juta, disesuaikan dengan jurusan yang dipilih, dan untuk jalur mandiri mulai dari Rp2,5 juta hingga tertinggi Rp45 juta untuk UKT Fakultas Kedokteran.

Bayar UKT Pakai Pinjol Tak Etis

Anggota DPR dari Fraksi PKS Wisnu Wijaya menyampaikan kritik terhadap Menko PMK Muhadjir Effendy terkait dengan usulan pembiayaan (UKT) menggunakan pinjaman online.

Dia menyebut usulan tersebut tidak menyelesaikan masalah terkait pembiayaan pendidikan. Sebaliknya, dia menilai skema tersebut berisiko menjadi bom waktu bagi mahasiswa yang terjerat utang dan bunga yang wajib dibayarkan.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat