kievskiy.org

Demi Menyambung Hidup, Nelayan Palabuhanratu Nekad Melaut Meski Gelombang Tinggi Mengancam

PANTAI Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.*
PANTAI Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.* /Ahmad Rayadie/

PIKIRAN RAKYAT - Kendati Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan rilis peringatan gelombang tinggi yang terjadi di perairan wilayah selatan Jawa Barat, termasuk di seluruh perairan Selatan Palabuhanratu, tidak menyurutkan para nelayan Palabuhanratu, Cisolok hingga  Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap untuk melaut.

Mereka menolak berlabuh menambatkan perahunya di darmaga. Para nelayan lebih memilih nekad berangkat melaut kendati keselamatan jiwanya sangat terancam. Apalagi gelombang tinggi diprediksi mencapai ketinggian hingga 5 sampai 6 meter. 

Para nelayan nekat karena tidak ada pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka terpaksa pergi melaut mencari ikan.  Kendati para nelayan, sepekan lalu telah memperoleh informasi akan terjadi gelombang tingga hingga kisaran 5 meter. 

Baca Juga: 'Murtad' dari Jenisnya, Mobil Sport Porsche ini Tampil Gagah dengan Gaya Off Road

"Kami sangat tahu dan telah memperoleh kabar itu,   gelombang tinggi akan terjadi dan sangat beresiko. Tidak hanya taruhan nyawa dan kapal pun terancam tenggelam. Tapi tidak ada pilihan lain, kami harus pergi melaut," kata salah seorang nelayan Palabuhanratu, Abidin. 

Abidin mengatakan, pergi melaut tidak hanya dirinya. Tapi keinginan pergi melaut sangat kuat dirasakan para nelayan lainnya. Berbagai kesiapan kesemalatan telah disiapkan, termasuk membekali diri dengan berbagai pelampung. 

"Kami harus pergi melaut. Berbagai alat keselamatan telah disiapkan, terutama pelampung," katanya.

Baca Juga: Dua Hari Jalani Isolasi COVID-19 di RSUD, Remaja Putri di Sukabumi Meninggal Dunia

Tenggelam

Sementara itu,  sejumlah petugas Polisi Air (Polairud) Pos Ujung Genteng masih melakukan pencarian salah seorang awak kapal nelayan yang tenggelam. Dibantu sejumlah personil Polres Sukabumi, melakukan penyisiran di sekitar laut lepas untuk mencari keberadaan Aris (51).

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat