kievskiy.org

Elon Musk dan OpenAI: Awal hingga Kontroversi

Bos Tesla dan Twitter Elon Musk.
Bos Tesla dan Twitter Elon Musk. /Reuters/Mike Blake

PIKIRAN RAKYAT - OpenAI telah menjadi sorotan sejak peluncuran ChatGPT pada akhir 2022, yang secara signifikan meningkatkan minat publik terhadap kecerdasan buatan (AI).

Namun, yang mungkin mengejutkan banyak orang adalah bahwa nama "OpenAI" bukanlah hasil kreasi CEO saat ini, Sam Altman, melainkan berasal dari ide Elon Musk, sosok yang dikenal sebagai pemimpin di balik SpaceX dan Tesla.

Musk membahas keterlibatannya dalam pendirian OpenAI selama acara Cannes Lion, mengungkapkan banyak hal menarik mengenai masa lalu dan pandangannya tentang perusahaan tersebut.

Peran Elon Musk dalam Pendirian OpenAI

Elon Musk mengungkapkan bahwa dia adalah salah satu pendiri OpenAI pada Oktober 2015, bersama dengan Sam Altman dan sejumlah investor lainnya. Musk menyatakan bahwa ia menciptakan OpenAI sebagai langkah untuk bersaing dengan dominasi Google di bidang AI.

"Ini benar-benar dunia unipolar, di mana Google benar-benar mendominasi AI," kata Musk, seperti dikutip dari Business Insider. Dalam acara tersebut, Musk dengan tegas mengatakan, "Saya menamainya."

Keluar dari OpenAI dan Kritik Terhadap Perusahaan

Meski ikut mendirikan OpenAI, Elon Musk memutuskan keluar dari perusahaan tersebut tiga tahun kemudian.

Dalam acara Cannes Lion, Musk mengungkapkan bahwa ia meninggalkan OpenAI karena merasa perusahaan telah melanggar prinsip-prinsip awal pendiriannya. Ia mengkritik transformasi OpenAI dari organisasi sumber terbuka menjadi entitas komersial yang tertutup, yang menurutnya bertentangan dengan visi awal.

"Sekarang ini adalah sumber tertutup untuk AI yang paling menguntungkan, berbeda dari apa yang direncanakan. Saya tidak tahu bagaimana bisa menjadi seperti ini," ucap Musk.

Keberhasilan ChatGPT dan Dampaknya

Peluncuran ChatGPT pada akhir 2022 menandai titik penting dalam sejarah OpenAI, dengan cepat meningkatkan minat publik terhadap AI generatif. ChatGPT mampu berinteraksi secara percakapan, menjawab pertanyaan lanjutan, mengakui kesalahan, menantang premis yang salah, dan menolak permintaan yang tidak pantas. Keberhasilan ini mendorong pertumbuhan signifikan bagi OpenAI.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat