kievskiy.org

4 Alasan Anies Baswedan dan Ahok Bisa Bersatu di Pilgub Jakarta 2024

Anies Baswedan dan Ahok.
Anies Baswedan dan Ahok. /Kolase Antara dan Instagram/@basukibtp

PIKIRAN RAKYAT - Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini menilai Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bisa bersatu di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024. Dia menuturkan, ada empat alasan kenapa rival masa lalu tersebut sekarang bisa bersatu.

Menurutnya, gagasan untuk menyatukan Anies Baswedan dan Ahok merupakan eksperimen yang berani tapi baik. Sebab, hal itu bisa digunakan untuk membersihkan pencitraan politik menuju polarisasi radikal agama atau radikal sekuler.

Dia berpendapat, politik dan demokrasi yang terbuka seperti sekarang ini adalah pertanda baik. Paling tidak, dilihat dari sisi persepsi citra seperti ini.

Menyinggung soal peluang Anies Baswedan dan Ahok bersatu, Didik J. Rachbini mengutarakan bahwa penyatuan keduanya sangat mungkin karena beberapa faktor. Pertama, Anies Baswedan sejatinya seorang yang religius tapi tidak radikal seperti yang dipersepsikan ketika Pilgub Jakarta 2017.

Kedua, Ahok memang temperamental yang kadang-kadang tabu di dalam politik. Namun, sesungguhnya Ahok adalah seorang yang nasionalis, dilihat dari sejarah garis politiknya.

Ketiga, tidak ada lagi faktor pendorong keduanya ke arah radikal karena Anies sudah bisa tampil pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 dengan citra nasionalis religius biasa. Keempat, Ahok juga akan bisa diterima publik.

"Anies dan Ahok pasti berpikir positif jika paham gagasan seperti ini dari berbagai pihak yang hendak menjadikannya simbol kesatuan dari keduanya," kata Didik J. Rachbini, Sabtu 11 Mei 2024.

Peluang Anies Menang di Jakarta

Mengenai peluang Anies Baswedan memenangi Pilgub Jakarta 2024, Didik J. Rachbini memperkirakan peluang menang sangat besar, bahkan hampir 100 persen. Hal ini mengingat Anies Baswedan punya prestasi di Jakarta, meski banyak kritik juga.

"Jakarta indah dan banyak hal diselesaikan, juga bagian dari prestasinya. Di sisi lain, Anies makin populer ketika menjadi capres," ujarnya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat