kievskiy.org

Janji Cak Imin Setia pada Gerakan Perubahan Walau Koalisi Bubar: Ini Tak Akan Berhenti

Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan (kiri) dan Muhaimin Iskandar (kanan) selaku pihak pemohon melambaikan tangan sebelum dimulainya sidang perdana perselisihan hasil Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (27/3/2024). Sidang tersebut beragenda pemeriksaan pendahuluan dengan penyampaian permohonan dari pemohon. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/Spt.
Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan (kiri) dan Muhaimin Iskandar (kanan) selaku pihak pemohon melambaikan tangan sebelum dimulainya sidang perdana perselisihan hasil Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (27/3/2024). Sidang tersebut beragenda pemeriksaan pendahuluan dengan penyampaian permohonan dari pemohon. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/Spt. /Aprillio Akbar ANTARA FOTO

PIKIRAN RAKYAT - Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyampaikan komitmennya untuk setia berada di dalam gerakan perubahan, meski Pilpres 2024 telah selesai.

Ikut dalam kontestasi bersama Capres nomor urut 1, Anies Baswedan, dengan dukungan Koalisi Perubahan, Cak Imin mengaku kalah dan bahkan memberikan selamat kepada pemenang.

Kendati koalisi dipastikan selesai dan bubar, ia berkomitmen mempertahankan ide dan gagasan yang diusung selama Pemilu Pilpres kemarin.

Hal ini diungkap Cak Imin usai dirilisnya hasil putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Senin, 22 April 2024.

"Kami masih menerima, kita semua menghormati putusan Makamah Konstitusi ini sebagai keputusan yang final dan mengikat," kata Cak Imin, dalam video yang diunggah melalui YouTube Anies Baswedan, dikutip Selasa, 23 April 2024.

"Kami akan terus berkomitmen terhadap gerakan perubahan dan cita-cita jangka panjang, memperkuat pilar-pilar demokrasi, serta menghadirkan keadilan dan kemakmuran bagi semua dalam kesempatan apapun yang bisa kita raih di masa ini," ujarnya lagi.

Cak Imin menegaskan, gerakan perubahan tidak diusung hanya untuk dibiarkan mati di akhir kontestasi Pilpres 2024. Gerakan ini, kata dia, tidak akan berhenti sampai tercapai cita-cita demokrasi.

"Cita-cita kita untuk membangun negara yang menjamin keleluasaan berbicara dan kebebasan mengkritik negara di mana warganya bebas memilih tanpa iming-iming imbalan sesaat, dan tekanan maupun ancaman. Ini tidak akan berhenti, kita harus terus berjuang bersama-sama," ujarnya.

"Namun, saudara-saudara kepada seluruh para pendukung yang telah menitip aspirasi perubahan kepada kami sebagia capres dan cawapres, di sinilah ujung perjuangan konstitusional kita dalam pilpres hari ini. Keputusan MK hari ini menjadi penanda berakhirnya PIlpres 2024," kata dia, menjelaskan.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat