kievskiy.org

Menpora Resmi Umumkan PON Papua Mundur hingga Oktober 2021

Zainudin Amali menyampaikan sambutan pada pembukaan JPI 2019 di Stadion Maesa Tondano Kabupaten Minahasa, Sulut.*
Zainudin Amali menyampaikan sambutan pada pembukaan JPI 2019 di Stadion Maesa Tondano Kabupaten Minahasa, Sulut.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT – Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang seharusnya digelar pada 20 Oktober-2 November 2020, tertunda karena belum ada tanda berakhirnya pandemi global Covid-19.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali secara resmi menunda pelaksanaan itu hingga Oktober tahun depan.

Hal itu disampaikannya dalam telekonferensi pers, di Jakarta, Kamis, 23 April 2020.

Baca Juga: 'Rapat' dengan 32 RS Jakarta, Raisa Menangis Dengar Curahan Hati Tenaga Medis COVID-19

“Dari laporan yang kami sampaikan, baik oleh Menko PMK dan Menpora, maka Bapak Presiden memutuskan pelaksanaan PON dan Peparnas yg ke-19 yang digelar pada bulan Oktober ditunda menjadi Oktober 2021,” kata Zainudin.

Keputusan tersebut, seperti dilaporkan Antara, disepakati dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Joko Widodo, Kamis pagi.

Ratas itu beragenda tunggal pembahasan tentang kelanjutan pelaksanaan PON Papua yang direncanakan digelar pada Oktober 2020.

Baca Juga: Tol Japek Ditutup Mulai Jumat 24 April 2020, Jalur Bawah Dapat Dilewati

Pemilihan waktu untuk diundur ke Oktober tahun depan juga, menurut Zainudin, telah disesuaikan agar tidak bentrok dengan multievent olahraga internasional lainnya yang juga digelar tahun depan, seperti Piala Dunia U-20 (Mei-Juni 2021), SEA Games Vietnam (November 2021), Olimpiade serta Paralimpiade Tokyo (Juli-Agustus 2021).

Sebelumnya, Komisi X DPR RI mendesak pesta empat tahunan itu ditunda karena adanya kekhawatiran seandainya pandemi COVID-19 tak kunjung reda menjelang ajang itu digelar.

Belum lagi, pemberlakuan pembatasan wilayah di Papua juga telah membuat pengerjaan venue yang ditargetkan kelar Juli tahun ini terganggu.

Tak hanya Komisi X, usulan penundaan PON 2020 juga dilayangkan oleh KONI Pusat, KONI Daerah, dan sejumlah pengurus cabang olahraga yang menilai bahwa pandemi COVID-19 telah mempengaruhi persiapan para atlet dan kontingen.***

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat