kievskiy.org

Dana PEN Krakatau Steel Rp3 Triliun Jadi Sia-sia, Chairul: Regulasi Diperbaiki, Baja Impor Dibendung

Ilustrasi ekspor impor.
Ilustrasi ekspor impor. /Pixabay Pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diberikan kepada PT Krakatau Steel akan sia-sia jika tidak diikuti oleh perbaikan regulasi untuk membendung baja impor. Perbaikan juga harus dilakukan pada manajemen korporasi pabrik baja kebanggaan Indonesia tersebut.

Hal itu disampaikan oleh anggpta Komisi VI DPR, Chairul, dalam pernyataannya, Minggu 26 Juli 2020.

“Hasil kunjungan DPR ke Cilegon untuk mengecek kesiapan PT Krakatau Steel sebagai salah satu penerima Dana PEN. Kami berharap agar dana pinjaman yang diberikan pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan skema Mandatory Convertible Bond (MCB) kepada PT Krakatau Steel sebesar Rp3 triliun benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Managemen PT Krakatau Steel," ujarnya.

Baca Juga: Selain Laut China Selatan, AS-Tiongkok Berebut Pengaruh di Sungai Mekong untuk Kuasai Asia Tenggara

Dia menambahkan, suntikan ini harus didukung oleh perbaikan regulasi yang selama ini membuat industri baja dalam negeri terpuruk.

"Pemerintah harus melakukan perbaikan regulasi untuk mendukung Indusri baja nasional. Beberapa tahun terakhir ini kondisi Industri baja Indonesia sangat tidak kondusif oleh serbuan baja impor dari berbagai negara terutama Tiongkok," katanya.

Akibat maraknya baja impor tersebut, PT. Krakatau Steel menghentikan lini produksi wire rod pada akhir 2018 dan menurunkan produksi section and bar mill sampai 50 persen.

Baca Juga: Ungkap Beda Thermo Gun untuk Manusia vs Industri, Ahli Jawab Soal Bahaya Alat Tesebut bagi Kesehatan

"Dampaknya, terjadi pengurangan tenaga kerja 3.500 orang. Menurut kami ada beberapa regulasi yang perlu diperbaiki untuk memulihkan Industri baja kita terutama Krakatau steel, regulasi yang perlu diperbaiki adalah penerapan pengenaan bea masuk anti dumping (BMAD) yang ada di PP 10/2012 dengan merevisi penjelasan pasal 14 di PP yang menjadi celah masuknya Baja Impor," katanya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat