kievskiy.org

WHO Sebut MSG Aman, Sejumlah Riset Ungkap Dampak Buruknya

Ilustrasi MSG yang diangap punya dampak buruk oleh riset tapi disebut aman oleh WHO dan FDA.
Ilustrasi MSG yang diangap punya dampak buruk oleh riset tapi disebut aman oleh WHO dan FDA. /Pixabay/mkupiec7

PIKIRAN RAKYAT - MSG atau monosodium glutamat dikenal sebagai penyedap rasa dan juga bumbu masak yang populer. Juga, merupakan bentuk paling murni dari "rasa kelima" atau dikenal dengan sebutan umami.

MSG adalah bahan tambahan makanan yang menguatkan rasa dalam makanan. Dalam sebutan teknisnya oleh Food and Drug Administration (FDA), MSG adalah garam sodium dari asam amino asam glutamat yang berbentuk bubuk kristal putih.

MSG sendiri merupakan substansi alami yang muncul di banyak makanan seperti tomat yang sudah matang, keju yang sudah berumur, dalam ikan, jamur, juga rumput laut. Saat ini, MSG dibuat dari fermentasi pati, tebu, sugar beets, atau gula tetes. Fungsinya tetap sama, menguatkan rasa.

Pamor MSG lebih tinggi di negara-negara Asia Timur. Racikan mulanya ditemukan oleh ahli kimia dari Jepang, Prof Kikunae Ikeda.

Baca Juga: Hati-Hati Kelebihan MSG, Ini Daftar Efek Sampingnya

"Dia mengekstraksinya dari kuah kaldu dashi tahun 1908," ujar Grant Senjaya, Head of Public Relations Department PT Ajinomoto Indonesia saat berkunjung ke Redaksi Pikiran Rakyat Bandung, Kamis 10 November 2022.

Dia melanjutkan, MSG atau dikenal dengan nama micin atau pecin di masyarakat mengandung 78 persen glutamat dan 12 persen natrium, sisanya adalah air.

Sebagai penyedap rasa, MSG ternyata memiliki fungsi lain. Di antaranya membantu pencernaan dalam tubuh, memberi asupan nutrisi, meningkatkan saliva, serta mereduksi garam.

"Kami dari PT Ajinomoto tengah mengampanyekan bijak garam, termasuk di Indonesia. Pola hidup sehat dengan asupan makanan bergizi seimbang dan pengurangan GGL (gula, garam, lemak) sesuai anjuran Kemenkes sangat penting untuk diterapkan masyarakat," katanya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat